ANALISIS: Pilgub Sulsel 2018 Sisa Menunggu Agus AN

ilustrasi

ilustrasi

PASANGAN bakal calon (balon) gubernur dan bakal calon wakil gubernur Sulsel, kian mengerucut. Sudah ada tiga pasangan balon yang dipastikan meramaikan kontestasi politik 2018 mendatang.

Ketiganya yakni, pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), Nurdin Abdullah-Tanribali Lamo (NA-TBL) dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Meski, baru NH-Aziz yang mendapatkan tiket untuk menuju perebutan kursi Gubernur Sulsel.

Dua pasangan lainnya, NA-TBL dan IYL-Cakka masih menjajaki kemungkinan partai politik yang akan jadi pengusung. Beredar kabar, jika IYL-Cakka gagal mendapatkan partai politik, maka jalan satu-satunya yakni maju melalui jalur independen.

Namun yang dapat dipastikan dari ketiga paslon ini, yakni kemungkinan untuk mengubah pasangan, sangatlah kecil. NH berkali-kali menyebut dirinya tidak mungkin meninggalkan Aziz. Begitupun dengan NA.

NA menyebut, keterkaitan dirinya dengan TBL, bukan lagi sekadar “mammanu manu” (tradisi sebelum lamaran sebuah pengantin Bugis- Makassar). Lebih dari itu, NA menyatakan dirinya sudah tahap tukar cincin.

“Sehingga tidak mungkin kami mengembalikan cincin itu kepada TBL,” ujar Nurdin Abdullah, suatu ketika.

Akan halnya IYL, juga sudah memantapkan hatinya untuk “meminang” Cakka. Meskipun proses pinangan ini berlarut-larut dan harus ditunda pengumumannya berkali-kali. Kabar terakhir, pinangannya terhadap Cakka akan diumumkan resmi tanggal 29 Juli mendatang.

Dengan begitu, kita sisa menunggu proses politik yang akan ditempuh Agus Arifin Nu’mang. Wakil Gubernur Sulsel dua periode ini tampaknya sangat berhati-hati menentukan pilihannya.

Ada dua yang menjadi incaran Agus. Keduanya berasal dari Luwu Raya. Yakni Aliyah Mustika Ilham dan Luthfi Andi Mutty. Hanya saja, Luthfi akan terkendala ke partai politik. Sebab, Partai NasDem tampaknya merapat ke Nurdin Abdullah.

Pilihan paling pas bagi Agus, tersisa Aliyah. Istri mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ini juga memiliki partai politik, yakni Partai Demokrat. Hanya saja, Demokrat tidak cukup untuk mengantarkannya menjadi calon gubenur dan calon wakil gubernur.

Diperlukan sebuah koalisi. Namun, jika koalisi nasional menjalar ke Sulsel, bisa dipastikan hanya ada dua pasangan yang diajukan partai politik. Satu pasangan dari jalur independen.

Koalisi nasional hanya akan menyisakan PKS, PAN, Demokrat dan Gerindra. PAN sudah dipastikan merapat ke IYL, sehingga tersisa 3 parpol. Siapa yang beruntung mendapatkan 3 parpol ini? Apakah Nurdin Abdullah atau Agus Arifin Nu’mang? Tentu kita masih menunggu proses politik yang dijalani para kandidat.

(mukhramal aziz/pojoksulsel)



loading...

Feeds

politik sulsel, pemilu 2019, kpu maros, ppk maros, tes ppk maros

114 Calon PPK Maros Ikut Ujian Tulis

POJOKSULSEL.com MAROS – Sebanyak 144 calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Maros mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna …