RASAIN! Bully Juniornya, 7 Polisi Diperiksa Propam

Ilustrasi Polri

Ilustrasi Polri

POJOKSULSEL.com – Kasus bullying ternyata juga terjadi di korps Bhayangkara Polri.

Buktinya, seorang anggota Polres Balikpapan menjadi korban perundungan atau bullying oleh sesama anggota polisi.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kaltim pun memeriksa tujuh anggota Polres Balikpapan yang diduga melakukan bullying itu.

Bukti yang disita berupa sebuah video yang telah beredar luas di jejaring media sosial Facebook. Diduga korban merupakan junior dari tujuh anggota Polres yang melakukan bullying.

Korban bullying bernama Bripda Hermanto, telah menjalani permeriksaan di Polres Balikpapan pada Rabu (19/7) lalu. “Tim Propam Polda Kaltim sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, dan 1 korban  terkait kasus bullying dan pelanggaran disiplin perkara penyebaran video di medsos,” beber Kabid Propam, Kombes Pol R Deden Garnada, sebagaimana dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Senin (24/7).

Pemeriksaan secara intensif langsung dipimpin KSBD Paminal AKBP Sabil, bersama Tim Paminal yakni Kompol Hadi, Ipda Muhklis dan Brigpol Gustav bersama Tim Provos antara lain Ipda Amie, Aiptu Ali Rofiin, Brigpol Zaenal dan Brigpol Erik.

“Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di Subbid Provos Polda Kaltim. Kami juga masih mendalami pelaku penyebar video tersebut,” kata Kombes Pol R Deden Garnada.

Ketujuh saksi yang telah diperiksa yaitu Kasi Propam Polres Balikpapan Ipda Tafrikun, Aipda Puji Silo, Bripka I Gde Hartawan, Bripka Haryanto, Bripka Arri Julianto, Brigpol Praja Ramadhan, Bripda Yustiven Pulung.

Diketahui bahwa dalam video berdurasi sekitar 1,5 menit itu, korban yang mengenakan helm berwarna merah tampak berdiri di depan beberapa orang dalam sebuah bangku panjang.

Korban disuruh mengucapkan isi Pancasila, namun tampak sekali korban gugup dan tidak bisa mengucapkan dengan benar. Dalam satu adegan juga ada orang yang memukul kepala korban, maupun ada pula yang menertawakan.

Atas beredarnya video itu, Polda Kaltim sudah membentuk tim untuk menelurusi kebenaran kejadian itu, maupun melakukan penyelidikan siapa penyebar video.

“Anggota yang terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus ini akan diberikan sanksi yang setimpal. Sementara penyebarnya, bisa dijerat dengan UU ITE karena mencoreng citra institusi kepolisian,” timpal Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

(fab/jpg/JPC)



loading...

Feeds