Empat Pengungsi Rohingya Adukan Nasib 220 Anggotanya ke DPRD Makassar

Pengungsi Rohingnya mengadukan nasib mereka ke anggota DPRD Makassar, Senin (24/7/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Pengungsi Rohingnya mengadukan nasib mereka ke anggota DPRD Makassar, Senin (24/7/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Empat orang imigran etnis Rohingya, siang tadi mengadukan nasib 220 warga Rohingya lainnya yang telah bertahun-tahun tinggal di Indonesia. Keempat perwakilan tersebut diterima langsung oleh Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PSK, Iqbal Djalil di ruang komisi B, Senin (24/7/2017).

Merea meminta perhatian Pemerintah Kota Makassar agar dapat berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan UNHCR untuk menyelesaikan persoalan 220 Imigran warga etnis Rohingya yang sudah bertahun-tahun tinggal di Makassar.

“Kami datang kesini berharap agar DPRD Makassar menyampaikan ke Pemerintah Kota untuk berkoordinasi dengan pihak Imigran dan UNCHR agar kami bisa di deportasi ke negara ketiga,” ujar salah satu perwakilan Imigran Nur Islam.

Diketahui, sejak tahun 2013 sebanyak 220 pengungsi dari etnis Rohingya ini, datang ke Makassar melalui perjanjian United Nation High Commissioner for Refuees (UNHCR). Hingga kini pun nasibnya tak jelas, kapan akan di deportasi ke negara ketiga (New Zaeland, Amerika, Australia, dan Jerman). Sementara sesuai aturan, batas waktu tinggal di Indonesia untuk para imigran hanya 2 tahun, setelah itu dikembalikan ke negara ketiga.

“Kita berharap pemerintah kota segera berkoordinasi dengan pihak UNHCR dan Imigrasi untuk melakukan pendataan ulang siapa saja Imigran yang sudah lebih dari 2 tahun tinggal di Makassar,” jelas Iqbal Djalil saat ditemui usai menerima perwakilan imigran Rohingya.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Ije yang juga bakal calon Walikota Makassar ini, berjanji akan mempertemukan para imigran Rohingya dengan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

“Terkait etnis warga Rohingya yang masih terkatung-katung tinggal di Makassar, saya selaku anggota DPRD Makassar akan memediasi dengan walikota dan pihak Imigrasi,” tambahnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds