Data KPK, Partisipasi Politik Anak Muda di Sulsel Minim

Deputi Pencegahan KPK bidang Politik di Novotel Hotel Alvi Waluyo saat jumpa pers terkait pemilih anak muda di Sulsel, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Senin (24/7/2017).

Deputi Pencegahan KPK bidang Politik di Novotel Hotel Alvi Waluyo saat jumpa pers terkait pemilih anak muda di Sulsel, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Senin (24/7/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data partisipasi politik dari kelompok anak muda, khususnya dalam rangka memeriahkan kursi legislatif di parlemen.

KPK menyebut, secara keseluruhan, termasuk Sulsel, angka partisipasi politik anak hanya ada saat seremonial meramaikan pemilihan umum di TPS. Sementara, untuk mengisi bursa legislatif itu sangat minim.

“Dari hasil penelitian KPK, tercatat mulai umur 17 hingga 22 tahun, angka partsipasi mencapai 73, 2 persen memberikan hak suara di pemilu legislatif 2014 lalu,” jelas Deputi Pencegahan KPK bidang Politik di Novotel Hotel Alvi Waluyo, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Senin (24/7/2017).

Sementara, ia menyebutkan bahwa untuk wilayah legislatif terkait partisipasi anak muda itu sangat rendah. Tercatat pada periode 2014 – 2019, dari 560 anggota DPR RI, hanya ada 96 orang anak muda dalam kategori 20-40 tahun.

Sementara, dari 96 orang tersebut hanya ada 2,7 persen dalam kategori 20-30 tahun. KPK berkesimpulan bahwa, dengan data di atas, maka dapat dipastikan bahwa partisipasi politisi belia masih sangat minim.

“Pentingkah keberadaan generasi muda dalam kancah politik praktis? Yah pertanyaan ini hanya akan dilakukan di meja diskusi anak muda,” tantang Alvi Waluyo

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds