Harga Rokok Murah, DPR Bilang Begini

Ilustrasi - Rokok

Ilustrasi - Rokok

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Masih terlalu murahnya harga rokok, menyebabkan perokok pemula di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia terus meningkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan ada pengendalian penggunaan tembakau dengan meningkatkan pajak tembakau lewat WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

Namun perdebatan mengenai kenaikan cukai rokok masih menjadi perdebatan panjang.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, perlu ada pembicaraan antar stakeholder terkait untuk menuntaskan persoalan tersebut. Apalagi, rokok maupun asapnya berpengaruh terhadap kesehatan anak.

“Perlu ada kajian lintas kementerian, baik Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan,  Kementerian Perindustrian, maupun Kementerian Perdagangan,” lugasnya kepada JawaPos.com, Minggu (23/7/2017).

Sementara itu, berkaitan dengan tembakau, DPR tengah merancang undang-undangnya dengan tujuan untuk melindungi petani tembakau dengan didukung alasan produk tersebut warisan budaya Indonesia.

Sejauh ini, mereka sudah membentuk Pansus RUU Tembakau yang diketuai Anggota Komisi IV DPR sekaligus Wakil Ketua Badan Legislatif Firman Soebagyo usai surat presiden dibacakan dalam rapat paripurna, Kamis 6 April 2017.

Soal bagaimana kelanjutan dari RUU tersebut, kata Firman masih dalam pembahasan. “Kami sudah turun di lapangan,” tambahnya saat dikonfirmasi.

Kapan target penyelesaiannya, kata dia semua pihak perlu menunggunya. Sebab, membuat undang-undang terbilang rumit.  “Tunggu saja, buat undang-undang tidak superti buat nasi goreng karena ini untuk bangsa dan negara,” pungkas dia.

(dna/JPC)



loading...

Feeds