Waspada! Sayembara Tangkap Taxi Online Berhadiah Rp 100 Ribu

Taxi online

Taxi online

POJOKSULSEL.com – Keberadaan taksi online di sejumlah daerah masih terus menuai penolak keras dari para pelaku bisnis transportasi konvensional. Salah satunya di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum berjalan mulus.

Seperti yang terjadi di Banjarbaru, jasa angkutan online yang terkenal dengan kemudahan dan tarifnya yang terjangkau ini ditolak oleh para sopir taksi di Bandara Syamsuddin Noor.

Bahkan, penolakan itu sendiri cukup dramatis. Para sopir taksi bandara mengejar dan menangkap dua driver mobil taksi online.

“Tadi ada lima mobil, tapi ketika kami kejar yang tiganya berhasil kabur,” kata salah satu sopir taksi bandara, Akhmat Gusairi.

Dia mengungkapkan, para sopir taksi konvensional menolak layanan taksi online beroperasi di bandara karena mengganggu penghasilan mereka.

“Sejak ada mereka, penumpang kami berkurang. Biasanya bisa dapat lima sehari, sekarang hanya tiga penumpang,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari Prokal (Jawa Pos Group).

Persaingan layanan jasa angkutan ini bahkan menjurus tak sehat. Sebab, manajemen taksi konvensional juga mendukung penangkapan para driver taksi online.

Dirut Banjar Taxi Karyanto menuturkan, pihaknya telah membuka sayembara. Siapa saja yang bisa menangkap satu mobil taksi online dan sopirnya akan diberi imbalan Rp 100 ribu.

“Ini dilakukan supaya tidak ada lagi angkutan online yang beroperasi di bandara, karena hadirnya mereka pendapatan kami merosot,” ujarnya.

Dia berani melakukan itu karena taksi online belum memiliki izin beroperasi di Kalsel.

“Sekarang mereka yang diamankan masih belum tahu mau kami apakan. Kami bersama pihak Lanud dan Angkasa Pura I masih berembuk,” kata Karyanto.

GM Bandara Syamsudin Noor Handy Heryudhitiawan membenarkan bahwa taksi online masih belum memiliki izin beroperasi di Kalsel.

“Dishub mengaku belum menerima izin operasional mereka. Jadi, demi keamanan mereka tidak boleh beroperasi di bandara,” kata Handy.

Menurutnya, saat ini di bandara hanya ada dua manajemen taksi yang boleh beroperasi yaitu Kojatas dan Banjar Taxi. “Jadi untuk taksi online diharapkan berkoordinasi dan mengurus izin dulu ke Dishub,” katanya.

(dms/JPC/pojoksatu/pojoksulsel)



loading...

Feeds