Kenapa Lahan Pertanian Berkelanjutan Itu Penting? Ini Jawaban Kepala Bappeda Lutra

Kepala Bappeda Luwu Utara Rusydi Rasyid

Kepala Bappeda Luwu Utara Rusydi Rasyid

KEPALA Bappeda Luwu Utara (Lutra) Rusydi Rasyid menjelaskan betapa pentingnya perlindungan lahan pertanian berkelanjutan (PLP2B) itu. Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian ini, lahan pertanian berkelanjutan harus dilindungi karena mempunyai empat alasan yang sangat urgen dan perlu dilaksanakan, tidak hanya pada tataran teori saja, tetapi juga pada tataran aplikasinya.

Yang pertama, kata Rusydi, alasan lahan pertanian berkelanjutan itu wajib dilindungi karena mampu menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. “Ada dua butir nawacita Presiden Jokowi, yakni ketahanan pangan dan ketahanan energi. Saking pentingnya ketahanan pangan ini dia masuk ke dalam nawacita Jokowi,” ungkap Rusydi saat memberikan materi PLP2B di Mappedeceng kemarin.

Alasan kedua, lanjut Rusydi, mencegah terjadinya alih fungsi lahan pertanian tanaman pangan. Menurutnya, alasan kedua inilah inti dari PLP2B. “Saya kira alasan mencegah terjadinya alih fungsi lahan adalah inti dari perlindungan lahan pertanian berkelanjutan ini,” terang Rusydi, seraya menambahkan bahwa tujuan lahirnya UU Nomor 41 tahun 2009 tentang PLP2B adalah mencegah terjadinya alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi areal penggunaan lainnya.

Alasan ketiga menurut Rusydi, menjaga aset irigasi agar tetap berfungsi secara optimal. “Alasan ini juga penting. Kenapa penting? Katakanlah misalnya, kita sudah membangun irigasi, kemudian mengalir ke persawahan, tapi tiba-tiba sawah yang sudah dialiri itu berubah fungsi, menjadi pemukiman misalnya. Coba bayangkan, berapa banyak kerugian kita membangun irigasi tapi tidak termanfaatkan. Makanya lewat sosialisasi ini, informasi penting ini kita sampaikan,” tambah Rusydi.

Dua alasan lain yang tidak kalah pentingnya, kata Rusydi, adalah karena mampu mempertahankan keseimbangan ekologis dan mewujudkan revitalisasi pertanian, serta melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani.

“Alasan lain adalah karena mampu mempertahankan keseimbangan ekologis dan mewujudkan revitalisasi pertanian, serta melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani,” tandas Rusydi.

Rilis:
Humas dan Protokoler Pemkab Luwu Utara

(Lukman Hamarong)



loading...

Feeds

politik sulsel, pemilu 2019, kpu maros, ppk maros, tes ppk maros

114 Calon PPK Maros Ikut Ujian Tulis

POJOKSULSEL.com MAROS – Sebanyak 144 calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Maros mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna …