Polemik Video NA “Bantaengku”, Pengamat: Jangan Bandingkan Bantaeng Vs Sulsel

Capture video

Capture video "Bantaengku"

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Video Secercah Harapan dari Bantaeng utuk Sulsel yang diunggah relawan Muda Nurdin Abdullah (Relawan MudaNA) menjadi pembicaraan publik di Sulawesi Selatan (Sulsel). Video yang memperlihatkan keberhasilan Bupati Bantaeng Nurdin Abdulah (NA) sebagai bupati dua periode pun menuai polemik.

Video dengan gambar yang dibuat profesional berdurasi sekitar 25 menit menjadi polemik dan diskusi panjang di Sulsel. Video berjudul “Bantaengku” (Youtube) tapi lebih dikenal dengan nama Secercah Harapan dari Bantaeng untuk Sulsel banyak beredar di media sosial.

Di youtube dengan judul Bantaengku, hingga pukul 13.23 Wita, baru 93 view. Sementara saat pencarian kata kunci “secercah harapan dari bantaeng untuk Sulsel” merujuk pada video “Bantaengku” yang berada di posisi teratas.

Sementara di halaman Facebook dengan akun Nurdin Abdulah, video berjudul “Secercah Harapan dari Bantaeng untuk Sulsel” sudah tayang 336.910 dengan 14.680 yang menyukai (hingga pukul 13.40 Wita).

Hanya saja, satu user bisa saja melihat video hingga berulang kali. Ini yang tidak diperlihatkan ke publik dalam teknologi sosmed soal identifikasi user.id yang melihat video. Angka 336.910 kali tanyang itu baru satu kali upload, padahal video itu sudah diupload beberapa kali dalam beberapa fanpage dan grup. Sehingga angka tayangannya dipastikan lebih tinggi.

Jika menjadikan video itu sebagai perbincangan, target pengunggah video  sudah berhasil. Hanya saja, pembuat dan pengunggah tidak melihat dampaknya sehingga menjadi polemik. Bahkan, oleh pengamat dinilai ada yang tidak tepat dalam video tersebut.

Dalam keterangan video yang diuanggah ke youtube tersebut, tercantum tulisan, “Teman-teman, silahkan menikmati film pendek karya relawan muda kreatif yang mengisahkan tentang berbagai persoalan pembangunan Sulawesi Selatan, sekaligus menghadirkan secercah harapan baru dari Kabupaten Bantaeng. Secercah harapan itu kini datang dari Bantaeng untuk mewujudkan kejayaan Sulawesi Selatan. Jika Bantaeng bisa, maka Sulawesi Selatan juga pasti bisa!” 

Opening atau pegantar video dengan sejumlah persoalan di Sulsel. Jalan rusak, macet di Makassar, rel kereta api, dan lainnya. Dalam durasi lanjutan, akan muncullah gambar Nurdin Abdullah disertai komentar dan slide beberapa pembangunan yang dilakukan Nurdin Abdullah sejak menjabat tahun 2008.

Pengamat Politik Unibos Arief Wicaksono berpendapat, video berdurasi kurang lebih 25 menit itu tentu berdampak bagi publik, namun tidak secara keseluruhan. Menurut Arief Wicaksono, yang harus dipertimbangkan oleh Relawan MudaNA sebelum di sebar adalah dampak secara politik dari pihak lawan Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel 2018.

“Kalau dampaknya terhadap publik menurutku kurang pengaruhnya, kecuali bila elite politik calon lawan NA pada Pilgub Sulsel 2018 berhasil mengkapitalisasi isu itu menjadi strategi atau amunisi politik, dan itu diteruskan ke grassroot dan direproduksi dengan pemaknaan yang baru,” kata Arief , Jumat (21/7/2017).

Pakar politik dari Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menilai bahwa video ini kemungkinan berdampak terhadap publik meskipun tidak terlalu berpengaruh. Hanya memang jika rival NA di Pilgub menjadikan strategi politik atau amunisi politik maka bisa saja akan berdampak vital bagi NA.

“Lawan NA pada Pilgub 2018 berhasil mengkapitalisasi isu itu menjadi strategi atau amunisi politik, dan itu diteruskan ke grassroot dan direproduksi dengan pemaknaan yang baru,” kata Arief Wicaksono.

Arief Wicaksono melanjutkan, pihak Relawan MudaNA perlu memaklumi jika ada pihak yang tersinggung perihal video tersebut. Dosen Ilmu Politik Unibos Makassar ini juga menyarankan, bahwa agar sbisa mengukur dampak postingannya karena sifatnya yang politis, sebelum memposting.

“Adapun konten yang seakan-akan membandingkan Bantaeng dan Sulsel itulah yang harus diklarifikasi lebih jauh oleh/kepada pembuat dan pemostingnya. Karena memang tidak sama Bantaeng dengan Sulsel,” jelas Arief Wicaksono.

Hal senada juga disampaikan pakar politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto. Ia mengatakan bahwa seharusnya konten Video tersebut tidak boleh membandingkan antara Kabupaten Bantaeng. Sebab, pemerintahan sebenarnya satu kesatuan yang terintegrasi. Meskipun bukan hubungan subordinasi, tetapi Tidak terpisah.



loading...

Feeds

pilgub dki jakarta, pilkada dki jakarta, pilgub jakarta, pilkada jakarta, sandiaga uno kritik ahok, pilkada jakarta sandiaga

Soal Reklamasi, Begini Jawab Tegas Wagub

POJOKSULSEL.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkap kesiapannya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait reklamasi di Teluk Jakarta. …