P3M Politeknik Pariwisata Negeri Makassar Gelar Bimbingan Teknis

Ilustrasi. IST

Ilustrasi. IST

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Negeri Makassar menggelar Bimbingan Teknis Bidang Kepariwisataan selama 3 hari di Hotel Fave Daeng tompo Makassar.

Kegiatan yang berlangsung sejak hari Rabu lalu ini diikuti oleh 30 Penyuluh Sadar Wisata dan Sapta Pesona Se Provinsi Sulawesi Selatan.

Mereka adalah perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan serta sepuluh kabupaten/kota yang terletak di wilayah selatan Provinsi Sulawesi Selatan seperti Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Selayar.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini dibuka oleh Pembantu Direktur I Bidang Akademik Drs. Muhammad Arifin, M.Pd. Dia juga memaparkan kebijakan pariwisata nasional.

Adapun materi lainnya yang disajikan kepada para peserta adalah Service Excellence yang dibawakan oleh Muh. Arfin Salim, M.Pd., Ph.D., Higiene dan Sanitasi yang dibawakan oleh Dr. Arqam Syahban, S.Sos., M.Pd., serta Sadar Wisata dan Sapta Pesona oleh Dra. Margaretha Wadid Rante, M.Si.

Sementara. Muh. Arfin Salim, M.Pd., Ph.D selaku Kepala P3M Poltekpar Makassar mengatakan, bimbingan teknis ini merupakan yang kedua kalinya diadakan pada tahun 2017. Sebelumnya bimbingan teknis serupa telah diadakan pada bulan April lalu di Kota Parepare, dan diikuti oleh perwakilan dari beberapa kabupaten yang terletak di wilayah utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, Judianto, S.Sos., M.Si yang merupakan peserta perwakilan dari Kabupaten Jeneponto mengatakan sangat senang atas diselenggarakan Bimbingan teknis tersebut.

Dirinya berharap kedepannya kegiatan tersebut akan tetap diselenggarakan oleh Poltekpar Makassar yang pesertanya tidak hanya ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara perwakilan kabupaten saja tetapi juga mengundang Kelompok sadar Wisata dari setiap kabupaten.

“Sebagai masukan, saya juga berharap untuk bimbingan teknis selanjutnya nanti tidak hanya sekadar pemaparan materi saja namun juga dilanjutkan dengan kunjungan ke industri atau objek wisata untuk melihat bagaimana pengelolaannya apakah telah sesuai dengan sapta pesona serta higiene dan sanitasi” tambahnya.

(rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds