Kasus Dugan Korupsi TIK Parepare ‎Mandek di Kepolisian

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Dugaan markup dana pengadaan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Kantor Dinas Pendidikan, Kota Parepare yang kini berproses di Satreskrim Polres Parepare jalan ditempat.

Hal itu diungkapkan Koordinator Indonesia Timur Coruptions Watch (ITCW) Jasmir Laintang, Jumat (21/7/2017).

“Kasus ini sudah cukup lama bergulir‎ di kepolisian, namun tidak ada kejelasan hukumnya,” ucap Jasmir.

Sehingga, kata dia, aparat kepolisian harus proaktif menangani kasus yang ditengarai terjadi praktek korupsi markup anggaran tersebut.

“Penyidik jangan mengulur-ulur kasus ini. Harus proaktif demi penegakan hukum. Ini persoalan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan pengelolaannya,” kata dia.

Dia menjelaskan, ‎kuat dugaan dana pengadaan TIK disalahgunakan oleh instansi terkait. Dananya senilai Rp,1,5 miliar, menggunakan dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 lalu. Tak hanya itu kata dia, proyek pengadaan TIK tahun 2016 di Dinas yang sama juga menurutnya bermasalah.

“Ini ada proyek pengadaan TIK ditahun berbeda, kita telah menemukan adanya indikasi terjadi pelanggaran hukum,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polres Parepare IPDA Muh Sukri, mengemukakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Sejumlah pihak telah dipanggil untuk klarifikasi, termasuk PPK proyek Amsir.

“Kita masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Kita juga akan libatkan BPKP untuk menemukan indikasi pelanggaran didalam proyek itu,” kata Sukri.

‎Seperti yang diketahui, kasus tersebut memang menjadi perhatian publik, disamping beredarnya isu keterlibatan oknum LSM yang di sebut-sebut memiliki peran melindungi mantan Kadis Pendidikan Kota Parepare, Anwar Saad, hingga dugaan keterlibatan ‎pihak ketiga proyek atas nama Andi Ruslan.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds