Bapeda Jamin Penarikan Pajak Bebas dari Kebocoran

Walikota Makassar Danny Pomanto dan Kepala Dispenda Makassar Irwan Adnan (peci). | Makassar Rong

Walikota Makassar Danny Pomanto dan Kepala Dispenda Makassar Irwan Adnan (peci). | Makassar Rong

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kepala Bapeda Kota Makassar Irwan Adnan mengakui jika realisasi penerimaan PAD pada tahun 2016 lalu tidak memenuhi target sebesar Rp 1,2 triliun. Namun, capaian yang diperoleh Bapeda sejak ia memimpin, utamanya serapan PAD, mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga menjamin bahwa penarikan pajak pada sektor pajak hotel dan restoran tidak bisa dimainkan. Irwan mengatakan, dengan adanya tapping box (alat perekam transaksi), akan mencegah terjadinya kecurangan dan kebocoran pajak dan retribusi yang dilakukan oleh pengusaha wajib pajak.

“Dengan memasang alat tapping box di kasir atau tempat pembayaran, semuanya dapat kami ketahui. Alat itu meminimalisir kecurangan,” kata Irwan, Jumat (21/7/2017).

Program pemasangan alat tapping box itu, lanjut Irwan telah dilakukan di berbagai tempat. Sepert outlet, tempat hiburan, toko, hotel, dan restoran. Pihaknya juga menargetkan kedepan, seluruh wajib pajak harus menggunakan alat perekam.

“Ini agar dapat mencatat semua transaksi. Pemasangan ini juga mengetahui besaran pajak yang harus dibayar pada pemerintah daerah,” jelasnya.

Dengan begitu, pihaknya memastikan dapat meminimalisasi kebocoran dan kecurangan pembayaran pajak yang harus disetorkan pengusaha kepada Pemerintah Kota Makassar.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Makassar mengaku pesimis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,2 triliun di tahun 2017 bisa terealisasi. Pasalnya, banyaknya oknum yang “bermain” di sektor pajak menjadi salah satu penyebabnya.
“Masih banyak sekali oknum dek yang bermain, jadi sampai sekarang PAD kita rendah terus,” kata Irwan di DPRD, Kamis (20/7/2017).

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds