Dibubarkan Paksa, Pendemo di Makassar Tuding Polisi Langgar HAM

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Polisi Polrestabes Makassar membubarkan paksa para pengunjuk rasa di tol Reformasi Makassar, Rabu (19/7/2017).

Para demonstran yang terdiri dari ahli waris sah Intje Koemala versi Chandra Taniwijaya dan aktivis mahasiswa GAM. Mereka menuntut pembayaran ganti rugi lahan ahli waris dari Kementerian PUPR.

Andi Amin Halim Tamatappi selaku kuasa hukum Ahli Waris menilai, tindakan represif petugas aparat kepolisian telah melanggar hak asasi manusia (HAM).

Andi Amin mengatakan, para aktivis mahasiswa dan keluarga ahli waris mendapatkan kekerasan fisik dari aparat. Mereka dicekik dan ditendang oleh petugas. Bahkan di antara mereka dikejar ke pemukiman warga.

“Para keluarga dan aktivis yang menduduki tol reformasi ini seolah-olah dianggap pelaku kriminal,” kata Andi Amin.

Karena itu, Andi Amin akan melaporkan tindakan represif aparat kepolisian ke Propam Polrestabes dan Polda Sulsel, termasuk menyurat ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Sementara Wakil Kepala Polrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait mengatakan pembubaran itu terpaksa dilakukan, karena pemblokiran jalan tol melanggar aturan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, Hotman juga mengklaim para pengunjuk rasa tidak menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian terkait pemblokiran jalan tol.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

politik sulsel, pemilu 2019, kpu maros, ppk maros, tes ppk maros

114 Calon PPK Maros Ikut Ujian Tulis

POJOKSULSEL.com MAROS – Sebanyak 144 calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Maros mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna …