Sejam Lebih di Golkar, 2 Tahun Program Danny “Dibongkar” Tim Penjaringan

Ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail mendampingi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto mengikuti fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail mendampingi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto mengikuti fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR- Bakal Calon Petahana Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menjalani tes wawancara di sekretariat partai Golkar Sulsel, Jalan Bontolempangan, Senin (17/7/2017).

Selama hampir sejam lebih tes wawancara itu berjalan. Danny yang didampingi istrinya Indira Jusuf Ismail, menjawab sejumlah pertanyaan terkait program dan visinya pemerintahannya selama dua tahun memimpin Makassar.

 

Adapun sejumlah program tersebut, terkait pengembangan masyarakat dalam lorong yang diakui Danny telah mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan RI. Diantaranya, ada lorong garden (Longgar), Badan Usaha Lorong (BULo) dan Makassar Tidak Rantasa’ (MTR).

“Semua program kami itu, memang di frame agar selalu diingat oleh masyarakat. Contoh lorong garden, kami cuma bantu melengkapi saja. Jadi swadaya warga, mereka yang punya uang. Makanya kementerian keuangan sangat respek dengan kota Makassar,” jelas Danny menjawab pertanyaan dari Tim Penjaringan Bappilu Golkar Sulsel.

“Kita hanya bantu misalnya seperti lampu jalan ditiap lorong. Selebihnya swadaya masyarakat. Karena kalau seandainya diuangkan, berapa banyak uang APBD yang habis gara-gara itu,” tambahnya.

Tak hanya itu, penggunaan singkatan dan akronim pada tiap program pemerintah kota Makassar juga tidak luput dari pertanyaan tim Penjaringan Bappilu Golkar Sulsel yang dikomandoi oleh Ketua Bappilu Golkar Sulsel, Kadir Halid.

“Ini juga, kenapa harus BULo, Makassar tidak rantasa’ (MTR), sekolah tidak rantasa’, karena memang harus bahasa daerah pak. Biar orang merasa dekat,” ujarnya.

Selain program pengembangan masyarakat, Danny juga dicecar pertanyaan terkait lelang jabatan sebagai penerapan good governance dalam pemerintahan, serta peluang perempuan dalam mengakses lelang jabatan itu. Sebelumnya, Danny ditanya, apakah akan tetap membuka lelang jabatan jika kembali terpilih menjadi Wali Kota, Danny menjawab iya.

“Mengenai lelang jabatan, ini sudah masuk prosedur format pemerintah. Tetap kita membuka lelang jabatan untuk memberikan kesempatan pada yang lain. Apalagi eselon III ke eselon II, itu harus lelang, tidak boleh loncat eselon tanpa lelang jabatan,” jelasnya.

Meski tidak menjawab spesifik berapa jumlah perempuan yang masuk dalam struktur pemerintahannya, Danny mengaku secara jumlah, ada peningkatan jumlah perempuan dalam pemerintahannya, utamanya jabatan strategis.

“Untuk calon perempuan, ini menarik. Kalau secara jumlah, kita meningkat. Sekarang, kadis perempuan dua kali tambah baik, salah satunya adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Andi Hadijah Iriani,” sebut Danny.

Selain sejumlah pertanyaan tersebut, Danny juga menjawab pertanyaan terkait komitmen pemerintah kota Makassar terhadap isu perlindungan anak melalui program, jagai anak ta’, kartu anak makassar, dan makassar children smart card.

Dalam wawancara ini juga, Danny merupakan satu-satunya bakal calon Walikota yang wawancaranya disiarkan langsung di sejumlah media elektronik, seperti TV dan Radio di kota Makassar.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds