Ratusan Eks Karyawan Angkasa Pura I Tagih Tunjangan Hari Tua

Koordinator Eks Karyawan AP I, Sumaryadi (baju putih) dan Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar, Abidin Haju (baju biru) memperlihatkan berita acara pembayaran THT kepada eks karyawan Angkasa Pura I. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

Koordinator Eks Karyawan AP I, Sumaryadi (baju putih) dan Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar, Abidin Haju (baju biru) memperlihatkan berita acara pembayaran THT kepada eks karyawan Angkasa Pura I. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – 603 eks karyawan Angkasa Pura I se-Indonesia menagih pelunasan Tunjangan Hari Tua (THT) sebesar Rp71 miliar yang belum dibayarkan.

Koordinator Eks Karyawan AP I, Sumaryadi mengatakan, mereka sudah menunggu pembayaran THT hampir empat tahun lamanya. Bahkan, mereka sudah mengajukan proses hukum melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

 

“Totalnya Rp71 miliar dari 603 eks karyawan Angkasa Pura I se Indonesia. Jumlah itu baru dana pokoknya, belum termasuk pengembangan karena uang kami itu diputar lagi oleh yayasan,” katanya, Senin (17/7/2017).

Sumaryadi mengatakan, eks karyawan Angkasa Pura I hanya meminta itikad baik perusahaan agar mau memberikan hak mereka. Kendati seudah melalui sejumlah prosedur, namun THT tersebut belum juga dibayarkan.

Sumaryadi menjelaskan, sejauh ini mereka sudah melakukan pertemuan dengan manajemen AP I dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Bahkan, masalah ini sudah diadukan kepada Kementerian BUMN. Sehingga, terbitlah sebuah Perjanjian Kerja Bersama antara eks karyawan dan manejemen AP I yang mengarahkan untuk pembayaran dilakukan paling lama 31 Maret 2017.

“Tapi hingga kini belum THT belum dibayarkan,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika perusahaan sudah mau membayar THT untuk eks karyawan AP I, hanya saja perhitungannya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Perusahaan ingin menerapkan pembayaran secara aktuaris. Mereka hanya mau bayar Rp31 miliar, padahal yang harus dibayarkan Rp71 miliar. Perhitungan aktuaris ini tidak ada dalam aturan,” katanya.

Sementara, Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar, Abidin Haju, mengatakan khusus di daerahnya total 120 eks karyawan yang belum menerima pembayaran THT.

Adapun THT tersebut adalah dana yang dipotong dari gaji karyawan selama bekerja di AP I ditambah iuran dari perusahaan yang dikelola oleh yayasan. Sebagian besar eks karyawan AP tersebut kini diperkerjakan di AirNav Indonesia.

Menurut Abidin, permasalahan tersebut secara resmi telah didaftarkan ke PHI terhitung 17 Maret. Bahkan, eks karyawan AP I siap melakukan aksi tuntutan kepada perusahaan.

“Seandainya bisa, kami tidak mau menempuh jalur hukum. Sebab, uang negara harus keluar lagi dari AP I untuk membayar sewa pengacara,” jelasnya.

Menurut dia, sikap AP I seharunya membayarkan THT sesuai dengan perhitungan yang merujuk pada Keputusan Direksi PT Angkasa Pura I (Persero) nomor KEP. 43/KP.15.01/2011 tentang pemberian program Tunjanhan Hari Tua (THT) pegawai.

“Tapi perusahaan hanya ngin menerapkan pembayaran secara aktuaris. Sementara aturan aktuaris terbit setelah kami diberhentikan,” kata Abidin.

Terpisah, Human Capital & General Affair Director AP I, Adi Nugroho yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon membantah bila pihaknya tidak ingin membayarkan THT ratusan mantan pegawai perusahaan pelat merah.

Hanya saja, menurut dia terjadi perbedaan pemahaman mengenai perhitungan pembayaran THT.

“Kami siap bayar sekarang juga, tapi mereka tidak mau terima. Karena mereka minta tidak sesuai dengan perhitungan,” kata Adi Nugroho.

Ia menegaskan, jika pembayaran THT eks karyawan haru berdasar perhitungan aktuaris yang merujuk pada peraturan perundang-undangan.

“Kita kan sudah ada perhitungannya perhitungan aktuaris, itu yang tidak mau mereka terima. Aturan ini dikeluarkan sebelum mereka pindah ke AirNav,” katanya.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds