Sssst… Luwu Utara Punya “Ustadz Maulana” Juga Loh

JIKA Anda penggemar setia Ustad Nur Maulana, tidak usah jauh-jauh ke Jakarta atau ke Makassar melihat dia berceramah.

Cukup ke Luwu Utara saja. Di sana kita akan temukan seorang ustad yang gayanya menyerupai atau mirip-mirip dengan Ustad Maulana yang kondang dengan jargon “Jamaah oh Jamaah” itu.
Melihat dia berceramah, kita seperti melihat ustadz Maulana yang asli menyampaikan pesan-pesan agama di atas mimbar atau di forum-forum keagamaan lainya.

Dia adalah ustadz Raba’, pria asli Sabbang yang saat ini berprofesi sebagai guru di SMAN 2 Masamba. Meski sebenarnya tak ingin disamakan dengan orang lain, tapi penilaian orang luar yang selama ini menyaksikan dia berceramah juga tak dapat dinafikan.

“Kalau saya lihat, dia memang mirip ustadz Maulana,” ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Luwu Utara, Ny. Asmawati Syamsul, usai menyaksikan ustadz Raba’ menyampaikan hikmah Halal bi Halal beberapa waktu lalu.

Nah, saat dihubungi via ponselnya, Minggu (16/7), dia hanya tersenyum saat dibilangi mirip ustad Maulana. “Saya ini mengalir saja pak, saya berdakwah secara alami saja, tidak ingin meniru siapa-siapa. Kalau pun gaya berceramah saya dibilang mirip, itu karena saya di dalam berceramah tak ingin melihat orang tegang. Saya butuh relaksasi biar tidak ada yang tegang,” tutur Raba’ dari ujung telepon selulernya.

Pria kelahiran 1974 ini juga mengatakan, dalam berceramah, dia hanya ingin menyampaikan pesan-pesan agama secara lembut dan tentunya dengan kualitas isi ceramah yang sangat mendalam. “Saya mau berceramah dengan isi ceramah yang mendalam. Saya ingin menyampaikan nash-nash dengan kelembutan. Tapi yang lebih penting dari itu semua adalah saya ingin amalkan ilmuku dengan baik,” terang guru bahasa arab tersebut.

Terakhir saat ditanya tentang visi Luwu Utara yang mengedepankan visi religi, dia mengatakan bangga dengan pemimpin di Luwu Utara yang mengedepankan visi religi dalam setiap derap langkah pembangunannya. “Saya justru bangga dan bahagia melihat ada pemimpin yang peduli dengan keagamaan kita. Insya Allah, dengan visi religi yang ada, masyarakat akan semakin sejahtera dan tentunya akan ikut merasakan keberkahannya. Amin,” tutup ustadz yang sudah mengajar sejak Juli 2007 sebagai guru honorer. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds