Menurut Pak JK Ini Penyebab Lahirnya Teroris

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menghabiskan waktu liburan akhir pekannya di Istana Cipanas, Jawa Barat, Minggu (9/7/2017). JK mengajak serta keluarganya untuk menikmati udara segar di Cipanas. Foto: Setwapres

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menghabiskan waktu liburan akhir pekannya di Istana Cipanas, Jawa Barat, Minggu (9/7/2017). JK mengajak serta keluarganya untuk menikmati udara segar di Cipanas. Foto: Setwapres

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menilai, untuk memberantas radikalisme, satu-satunya cara adalah dengan pengubahan cara berfikir. Bukan dengan kekerasan.

Karena menurutnya, radikalisme itu muncul gara-gara ada orang yang meyakini mudah untuk mendapatkan jalan menuju surga. Selain itu radikal juga meyakini dirinya yang paling benar dibandingkan dengan yang lain.

”Tidak mungkin radikalisme itu dihentikan dengan kekerasan. Dia akan selalu lebih keras bila dilawan dengan kekerasan,” ujar JK usai menyaksikan deklarasi anti radikalisme di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017).

Deklarasi tersebut dilakukan oleh perwakilan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta se Sumatera Barat, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Riau, dan Propinsi Jambi.

Mereka menyatakan perang terhadap radikalisme, terorisme, peradaran obat terlarang, dan narkotika. Setelah membaca deklarasi dihadapan Wapres, mereka menandatangani deklarasi tersebut.

JK mengungkapkan peran kampus sangat penting untuk menangkal paham radikal. Karena, radikalisme muncul dari pola pikir yang keliru.

“Contoh yang paling keras lewat tindakan yaitu bom bunuh diri, karena itu dianggap masuk surga dengan cepat. Boba dia ingin cari uang, pasti tidak ingin bunuh diri,” kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Negeri Padang Prof Ganefri menuturkan, deklarasi itu bentuk dukungan dari orang Minang terhadap Indonesia yang sedang perang terhadap radikalisme dan terorisme.

Dia menyebutkan deklarasi itu salah satunya terinspirasi dari buku JK yang berjudul Adil itu Damai. ”Ini sangat menyentuh perasaan kami,” kata dia.

(jun/jpk/pojoksulsel)



loading...

Feeds