Allegri Jadi Penyebab Hengkangnya Bonucci dari Juventus ke Milan

Maximiliano Allegri. | AFP

Maximiliano Allegri. | AFP

LEONARDO Bonucci hengkang dari Juventus. Dalam testimoni perpisahan berjudul ‘Kisah Yang Baik’, bek 30 tahun itu mengaku sangat menikmati tujuh musimnya bersama Nyonya Tua, julukan Juve. Namun, Bonucci sama sekali tak menyebut nama sang pelatih Massimiliano Allegri.

Selama tujuh musim, Bonucci berhasil meraih 12 trofi di level domestik. Rinciannya, enam scudetto, tiga Coppa Italia, dan tiga Supercoppa Italia. Jangan lupakan pula pencapaian dua final Liga Champions musim 2014-2015 dan 2016-2017.

“Tujuh musim terlewati. Tujuh musim penuh kemenangan, mimpi yang menjadi nyata, juga pencapaian yang terus tumbuh serta penuh empati menjadi satu dalam dalam ikatan Juventus,” tulis Bonucci seperti dikutip Football Italia.

Bek yang punya julukan Bonnie-Bauer tersebut juga mengungkapkan kekecewaan atas kegagalan di dua final Liga Champions. Meski demikian, Bonucci tetap bangga.

“Tanpa menodai pengalaman bersama klub, kapten, rekan setim, dan fans, apa yang saya dapatkan hari ini, jika menengok ke belakang adalah satu kisah yang baik, penuh respek dan afeksi. Terima kasih untuk semuanya, Juve,” tambah Bonucci.

Tanpa adanya kalimat apresiasi buat Allegri, menunjukkan buruknya hubungan mereka sepanjang musim lalu. Hal itu dibenarkan oleh mantan Direktur Juventus, Luciano Moggi. Menurut Moggi, Allegri adalah penyebab hengkangnya Bonucci. Hubungan keduanya memburuk setelah laga melawan Palermo pada Februari lalu.

Moggi pun memuji keberhasilan Milan merekrut Bonucci. ”Itu adalah pembelian yang hebat,” puji Moggi seperti dikutip Tuttomercatoweb. ”Kalau saya berada di posisi mereka (Juventus), tentu saya tak akan pernah melepasnya ke Milan. Sebab, mereka adalah rival utama,” ujarnya.

Sebaliknya, kubu Milan menyambut hangat kedatangan Bonucci. Hal itu disampaikan pelatih Vincenzo Montella. Montella menyebut kalau petinggi Milan telah melakukan job yang luar biasa di bursa transfer.

‘Bonucci bek kelas dunia. Saya pikir, dia dan Sergio Ramos adalah bek tengah terbaik di dunia. Ini adalah impianku bisa bekerja sama dengan Bonucci. So, terima kasih buat direktur tim Massimiliano Mirabelli dan Marco Fassone,” papar Montella.

”Musim ini, Milan kedatangan banyak pemain dari liga lain. Tentu, butuh sedikit waktu untuk adaptasi. Saya tak merasa tertekan. Sebab, lebih mudah bagiku untuk melatih pemain-pemain hebat,” jelasnya.

(dra/bas/pojoksulsel)



loading...

Feeds