SIMAK! Kelakar NH Soal Beda Nakhoda dan Punggawa, Ini Jawabannya

Pengurus PPP Sulsel saat bersilaturrahmi dengan Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Sabtu (15/7/2017). | POJOKSULSEL - GUNAWAN SONGKI

Pengurus PPP Sulsel saat bersilaturrahmi dengan Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Sabtu (15/7/2017). | POJOKSULSEL - GUNAWAN SONGKI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Ada kelakar atao joke yang dilontarkan HAM Nurdin Halid (NH) saat kedatangan tamu dari pengurus PPP Sulsel di kediaman pribadinya di jalan Mappala, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (15/7/2017). NH menanyakan perbedaan “Nakhoda” dan “Punggawa.”

Diketahui, NH yang sudah mengantongi rekomendasi DPP Partai Golkar untuk diusung maju di Pilgub Sulsel 2018 berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), menjadikan kata “Nakhoda” sebagai salah satu taglinenya. NH, Nakhoda Baru Sulsel.

Sementara, “Punggawa” merupakan tagline Ichsan Yasin Limpo. Mantan bupati Gowa ini juga akan maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018.

Dalam kesempatan itu, Nurdin Halid menguraikan pemahamannya tentang “Nakhoda” dan “Punggawa.” Tanpa menunggu jawaban, Nurdin Halid pun memnajwab sendiri pertanyaan yang dilontarkan pada tamunya.

“Salah satu ciri pemimpin itu adalah siap berkorban untuk rakyat, bukan mengorbankan rakyat,” ungkap NH yang juga ketua harian DPP Golkar ini.

Menurut Nurdin Halid, nakhoda itu bertanggung jawab selamatkan kapalnya dan semua muatannya, lebih-lebih lagi awaknya bila kapalnya menghadapi masalah dalam pelayaran di laut lepas.

“Dalam keadaan darurat, nakhoda itu berani tenggelam bersama kapalnya. Berani korbankan dirinya, bukan mengorbankan awak kapal yang dipimpinnya,” tutur Nurdin Halid yag saat ini menjabat sebagai plt ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Sebaliknya, kata Nurdin Halid, punggawa itu tidak ikut melaut. Punggawa itu tinggal di darat. Sehingga kalau ada kecelakaan kapal, yang akan mati tenggelam itu sawinya, bukan punggawanya.



loading...

Feeds