Deng Ical Lantik Pengurus IFL Chapter Sulsel di Baruga Anging Mamiri

Wakil Walikota Makassar Dr Syamsu Rizal  MI, yang akrab disapa Deng Ical, melantik pengurus Indonesia Future Leader (IFL) Chapter Sulawesi Selatan (Sulsel) Periode 2017-2018, Sabtu (15/7/2017).

Wakil Walikota Makassar Dr Syamsu Rizal MI, yang akrab disapa Deng Ical, melantik pengurus Indonesia Future Leader (IFL) Chapter Sulawesi Selatan (Sulsel) Periode 2017-2018, Sabtu (15/7/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Wakil Walikota Makassar Dr Syamsu Rizal MI, yang akrab disapa Deng Ical, melantik pengurus Indonesia Future Leader (IFL) Chapter Sulawesi Selatan (Sulsel) Periode 2017-2018.

Pelantikan ini dilakukan secara sederhana di Baruga Anging Mamiri, Rujab Walikota Makassar, Jalan Penghibur, Makassar, Sabtu (15/7/2017).

Dalam sambutannya, Deng Ical mengatakan, tidak semua pemuda berani mendeklarasikan dirinya untuk masuk dalam sebuah organisasi apalagi menjadi seorang pimpinan atau aktivis dalam organisasi tersebut.

Menurutnya, apabila kita sudah mendeklarasikan diri masuk dalam sebuah organisasi dan menjadi seorang leader, apalagi organisasi tersebut fokus dengan pembentukan karakter-karakter kepemimpinan, tentu saja itu menjadi sebuah kontrak bagi diri kita sendiri, masyarakat dan juga pemerintah.

“Hal itu membuktikan bahwa kita sudah siap menjadi lebih baik dan bertanggung jawab serta lebih kontributif dari pada orang lain,” kata Deng Ical sapaan Wawali Makassar ini.

Lebih lanjut, pria berpendidikan doktor kebijakan publik ini menjelaskan, pada saat kita mendeklarasikan diri apalagi menjadi seorang leader maka tentu saja tugas kita akan menjadi lebih banyak dan lebih berat.

“Karena ketika kita sudah yakin dengan pilihan-pilihan kita tentu saja dengan segala konsekuensinya harus diikuti, dan itu membutuhkan pengorbanan, usaha, kerja keras dan kerjasama,” jelasnya

Ia menambahkan, hal tersebut bukan manjadi perkerjaan yang muda untuk bisa menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi yang harus membutuhkan perjuangan yang panjang.

“Oleh sebab itu, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi pimpinan ataupun ketua, karena tugas dan tanggung jawabnya itu tidak lahir dari proses yang instan,” tutupnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds