Ini Instruksi Jokowi Soal Kereta Api Sulsel

Presiden Jokowi didampingi istrinya Iriana Joko Widodo, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dan Bupati Maros Hatta Rahman saat peresmian Pasar Rakyat Maros, Kamis (13/7/2017). Jokowi menyempatkan diri berbincang dengan pedagang. | POJOKSULSEL - ADNAN MUTHALIB

Presiden Jokowi didampingi istrinya Iriana Joko Widodo, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dan Bupati Maros Hatta Rahman saat peresmian Pasar Rakyat Maros, Kamis (13/7/2017). Jokowi menyempatkan diri berbincang dengan pedagang. | POJOKSULSEL - ADNAN MUTHALIB

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas proyek infrastruktur kereta api trans Sulawesi Makassar-Parepare bersama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan kunjungan kerja selama 2 hari di Sulsel.

Jokowi menginginkan infrastruktur kereta api di Sulsel dapat difungsikan pada tahun 2018 mendatang.

Karena itu, ia meminta Gubernur Syahrul Yasin Limpo berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk penyelesaian infrastruktur kereta api Sulsel.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pada tahap pertama proyek infrastruktur kereta api akan fokus pada jarak tempuh 50 kilometer (km). Kereta api akan digunakan untuk mengangkut material semen dan batu bara.

“Khususnya pengangkutan semen dan batu bara dari Pelabuhan Garongkong (Barru),” kata Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan, Kamis (13/7/2017).

Gubernur Syahrul YL mengatakan penyelesaian pembangunan kereta api tahap ini semestinya rampung pada 2018 mendatang. Terlebih karena anggaran dan pengembang dikerjakan oleh pemerintah.

“Mesti konsentarsi agar rel kereta api jangan menunggu lagi, harus ada manfaatnya dan dapat menghasilkan uang,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Ia mengatakan, perusahaan swasta baru dapat dilibatkan dalam pembangunan tahap kedua.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds