Buka Posko Pengaduan PPDB, Ombudsman Minta Kepsek Tidak Ulangi Kesalahan

Logo Ombudsman

Logo Ombudsman

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Ombudsman Sulsel selama satu bulan kedepan akan membuka posko pengaduan penerimaan siswa baru 2017 yang bertempat di kantornya, Jalan Sultan Alauddin, kota Makassar.

Meski hingga saat ini belum ada laporan pelanggaran terkait pelaksanaan penerimaan siswa baru tersebut, Ombudsman mengaku tetap mengantisipasi akan potensi pelanggaran yang mungkin terjadi.

“Sampai saat ini belum ada yang melapor soal PPDB. Tapi kita melihat ada potensi terjadinya pelanggaran di SMP negeri saat membuka jalur offline ini,” kata Ketua Ombudsman Sulsel, Subhan Djoer, Jumat (14/7/2017).

Subhan juga mengingatkan seluruh kepala sekolah agar tidak lagi mengulang kesalahan tahun sebelumnya, seperti membuka kelas baru yang notabene hal tersebut melanggar aturan.

Sementara untuk mencukupi kouta yang tersisa, lanjut Subha, tidak ada masalah selama hal itu dilakukan secara profesional dan transparan. 

“Kalau akhirnya dilakukan pendaftaran offline, harus ada SK baik dari Wali Kota, DPRD dan Dinas Pendidikan. Harus ada bukti tertulis karena kalau bermasalah secara hukum, jangan sampai kepala sekolah kembali menjadi tumbal,” jelasnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid, berharap kepada setiap sekolah harus profesional menyediakan baju seragam, jika memang dibutuhkan sekolah untuk mendisiplinkan siswa. Namun, kata dia, perlu diawasi kualitas dan harga seragam yang akan dijual sekolah ke siswa. “Jangan sampai harganya mahal atau kuaitas lebih rendah dari harga pasaran,” katanya.

Terkait penjualan seragam sekolah sendiri, Ombudsman punya penilaian sendiri. Subhan mengatakan jika penjualan seragam saat pendaftaran ulang di sekolah dapat berpotensi pungli karena terkesan dipaksakan.

“Meskipun disebut tidak dipaksakan tetapi kalau dijadikan syarat, tetap saja sebenarnya kesannya memaksa, karena posisi siswa sangat lemah, mau tidak mau mereka takut, orangtua takut, akhirnya membeli dengan harga mahal. Yang menjadi persoalan ketika orang miskin tidak bisa membeli,” tuturnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

opini, Andi Fajar Asti, opini Andi Fajar Asti, opini plagiat, plagiat, rektor unj dipecat, rektor unj lagiat

Pesan untuk Pak Menteri

PEMECATAN Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menuai polemik. Betapa tidak, dibalik prestasi kepemimpinan Prof. Djaali selaku rektor UNJ berbagai isu …