Warga Murka, Rumah Peletak Kepala Babi di Masjid Dibakar

Rumah pelaku habis dibakar warga. (foto pelaku bawah) foto : ist for Metro Tabagsel/JPG

Rumah pelaku habis dibakar warga. (foto pelaku bawah) foto : ist for Metro Tabagsel/JPG

POJOKSULSEL.com, MADINA – Teka-teki kasus ditemukannya kepala babi hutan di tangga Masjid Al-Ikhlas, Dusun Simpang Bambu, Dusun Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Minggu (9/7/2017) lalu, mulai terkuak.

Ini setelah polisi mengamankan salah seorang pelaku, sedangkan pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Namun, rumah yang ditinggal para pelaku tak lepas dari amukan masyarakat setempat dan membakarnya, Selasa (11/7/2017) dinihari kemarin.

 

Rumah yang ditinggali para pelaku dibakar warga, setelah penangkapan Faatullo Halawa (19) sebagai pelaku peletakan dan larinya Herman Siahaan sebagai otak kasus itu.

Dari informasi yang diterima Metro Tabagsel (grup pojoksumut), Rabu (12/7/2017), dari istri pelaku Herman, N br H menjelaskan, peletakan kepala babi itu bermula Minggu sekira pukul 4.00 WIB. N br H membangunkan Herman, pagi itu. Bermaksud untuk mengurus anak bayinya yang baru berumur satu minggu, karena menangis.

Namun, Herman sebaliknya menyuruh istrinya saja yang mengurus anaknya, dan selanjutnya pria itu keluar rumah dengan membawa sepotong kepala babi hutan tanpa sepengetahuan istrinya yang telah ditusuk dengan kayu bakar di bagian mulut hingga potongan kepala babi tersebut diletakkan oleh Tulo di tangga pintu masuk Masjid Al Ikhlas.

Herman Siahaan juga diketahui merupakan mertua dari Faatulo Halawa. Diduga Herman Siahaan telah melarikan diri pada 10 Juli 2017 sekitar pukul 13.10 WIB sebelum pelaku Faatulo Halawa diamankan.

Terkait pembakaran rumah pelaku itu, hingga saat ini kelompok atau pelaku pembakar rumah berkonstruksi papan itu masih belum diketahui dan dalam penyelidikan polisi.



loading...

Feeds