Rektor Ikopin: Ini yang Harus Dilakukan Koperasi di Indonesia

Suasana Kongres Koperasi III yang dilaksanakan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Grand Clarion Hotel & Convention Clarion, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (13/7/2017). | POJOKSULSEL - GUNAWAN SONGKI

Suasana Kongres Koperasi III yang dilaksanakan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Grand Clarion Hotel & Convention Clarion, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (13/7/2017). | POJOKSULSEL - GUNAWAN SONGKI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah hadir sebagai salah satu pemateri di Kongres Koperasi III yang dilaksanakan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Grand Clarion Hotel & Convention Clarion, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (13/7/2017).

Dalam Kongres yang bertajuk Membangun Komitmen untuk Mewujudkan Koperasi sebagai Pilar Negara, akademisi Burhanuddin Abdullah memberikan beberapa strategi agar koperasi bisa enjadi pilar pembangunan ekonomi Indonesia.

 

Pakar koperasi ini mengatakan, untuk membangun koperasi sebagai soko guru pembangunan ekonomi nasional adalah membiarkan koperasi itu mandiri.

“Koperasi dibiarkan mandiri, namun harus ada pemerintah yang mengontrol sirkulasi modal,” ungkap Burhanuddin di hadapan ratusan peserta Kongres Koperasi tersebut.

Menurut Burhanuddin, Negara dan pemerintah harus terus mengontrol pasar, jangan sampai pemegang modal yang besar dari bukan kalangan koperasi itu masuk menguasai hingga ke desa-desa.

“Pasar itu jangan dibiarkan merajalale sampai di desa-desa, sehingga koperasi tak bisa berbuat apa-apa,” tegas Burhanuddin.

Selain kontrol sirkulasi modal, kata Rektor Burhanuddin, adalah koperasi juga harus menyelenggarakan pendidikan bagi generasi muda. “Yang harus melaksanakan pendidikan koperasi yah, harus koperasi itu sendiri, harus memberikan porsi anggaran untuk pendidikan,” ungkapnya.

Diakhir pemaparannya, ia menantang kepada pelaku koperasi, bahwa ulang tahun Indonesia yang ke-100, koperasi Indonesia harus mampu menyumbangkan peningkatan ekonomi paling kurang 10 persen.

“Mari berandai-andai, Koperasi sudah mampu ambil bagian seridaknya 10 persen untuk pembangunan perekonomian indonesia di tahun 2045, baru bisa kita akan merayakan pembangunan ekonomi Indonesia,” tantang pakar koperasi ini.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds

video umi pipik

Video Umi Pipik Bikin Heboh

POJOKSULSEL.com – Pipik Dian Irawati atau akrab disapa Umi Pipik banyak dibicarakan setelah isu pernikahannya dengan Sunu eks Matta band. …
Sylvano Comvalius

Bali United Lepas Sylvano Comvalius

POJOKSULSEL.com – Bali United dikabarkan melepas mesin golnya, Sylvano Comvalius, musim depan. Kabar putusnya kontra pencetak gol terbanyak di Liga …
lurah jagong pangkep

Lurah Pangkep Potong Insentif RW?

POJOSKSULSEL.com, PANGKEP – Diisukan potong insentif RW oleh warganya, Lurang Jagong Kabupaten Pangkep, Restu Alamsyah, membantah tudingan yang dialamatkan padanya …