Ini Kouta SMP Negeri di Makassar yang Masih Lowong, Dibuka Jalur Offline

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Ismunandar.

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Ismunandar.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Makassar dan Dinas Pendidikan Kota Makassar sepakat akan membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur offline. Kebijakan ini untuk memenuhi sisa kuota yang tidak terisi saat PPDB online.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pertemuan dengan komisi D untuk memaparkan total kebutuhan tiap sekolah dan jadwal pelaksanaannya. Termasuk mekanisme pendaftrannya akan disepakati bersama komisi D.
“Kita masih menunggu data dari sekolah jumlah yang akan diterima untuk mengisi kuota yang kosong itu. Kemudian bersama komisi D kita akan sepakati mekanismenya,” kata Ismunandar, Selasa (12/7/2017).

Kuota yang akan diisi, yakni sekolah yang minim pendaftar dan kouta tersisa karena siswa lulus yang tidak mendaftar ulang. “Kita mencari bagaimana tata cara dalam mengisi kuota yang tersisa. Kita gunakan sistem apa yang akan digunakan untuk mengisi kuota itu, masih akan dibahas bersama dewan,” katanya.

Dia menyebut, ada beberapa sekolah yang terbilang memiliki kouta tersisa yang lumayan banyak. Sekolah itu didominasi sekolah yang ada di pinggiran kota, misalnya:

SMP Negeri 6 = 26 orang
SMP Negeri 11= 10 orang
SMP Negeri 21= 95 orang
SMP Negeri 32 = 74 orang
SMP Negeri 34 = 31 orang

“Kita akan isi dengan regulasi yang tidak melanggar aturan. Kita lihat dulu datanya. Akan kita laporkan juga ke dewan kuota yang tidak terpenuhi itu,” jelasnya.

Dia mengungkapkan ada dua opsi yang mekanisme seleksi. Diantaranya, seleksi hanya berlaku bagi siswa yang telah mendaftar debelumnya namun tidak lulus. Tinggal diranking nilainya. Selanjutnya, dibuka pendaftaran lagi kiemudian dites untuk menentukan yang lulus. “Masih akan dibicarakan bersama komisi D,” katanya.

Sekretaris Disdik Makassar, Muhammad hasbi menambahkan pengisian kuota sangat diperlukan sekolah. Mengingat masih banyak orantuayang ingin anaknya tertampung di sekolah negeri.



loading...

Feeds