Walikota Palopo Teleconference dengan Menristekdikti, Ini yang Dibahas…

Walikota Palopo Teleconference Dengan Menristekdikti

Walikota Palopo Teleconference Dengan Menristekdikti

POJOKSULSEL.com, PALOPO – Walikota Palopo HM Judas Amir menggelar teleconverence dengan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir yang di damping Direktorat jendral Kelembagaan Patdono Suwigno terkait beberapa program pemerintah yang masih menjadi kendala dan masih perlu pengembangan yang lebih, Selasa (11/7/2017).

Di depan Menristekdikti, Walikota Palopo menyampaikan langsung beberapa hal diantaranya program pemerintah terkait siapa yang mau kerja apa dimana Judas Amir sangat berharap pihak kementrian dapat mendirikan sebuah lembaga distributor yang mampu menampung berbagi kegiatan pelatihan kepemudaan dimana pemkot Palopo akan menyiapkan anggaran tersebut, sehingga program siapa mau kerja apa bisa terlaksana dengan baik.

Hal lain yang menjadi fokus diskusi Judas Amir melalui telecoverence tersebut program pelaut yanag saat ini sudah ada 500 pelaut yang telah selesai menimbah ilmu dan status Unanda yang hingga saat ini belum ada kejelasan.

Serta bantuan mesin penetas ayam yang sangat dibutuhkan guna mempercepat proses pengembangan Program 1000 kandang.

“Besar harapan kami kementrian dapat membantu untuk menyelesaikan beberapa hal terkait pengembangan Kota Palopo ke depan,” harap Judas.

Selain Walikota Palopo, pihak Kodim 1403 Sawerigading juga mempertanyakan keterlibatan TNI dalam setiap program yang ada di daerah. Bahkan beberapa masyarakat dan mahasiswa yang ikut dalam teleconference tersebut juga berkesempatan bertanya langsung dengan Menteri sekaitan dengan permasalah mereka.

Seperti Sulfani ketua koptan salubattang yang menyampaikan terkait pertanian sagu dikota palopo yang masih sangat tertinggal, belum lagi proses penjualan dan budidaya sagu yang masih dilaksanakan dengan cara acara tradisional.

“Kami berharap ada jalan keluar terkait budidaya sagu dan penjualannya termasuk bantuan mesin pompa air untuk dugunakan mengelolah sagu Karena saat ini kami hanya menggunakan alat tradisional,” ungkap Sulfani.

Masyarakat lain, petani rumput laut Awaluddin, pada kesempatan itu menyampaikan lahan rumput laut yang saat ini dikelolah secara kelompok di wilayah wara selatan ada 40 ha, namun saat ini sudah sangat sulit baik dalama pengembangan maupun pada proses pengikat, belum lagi Karena kota palopo yang merupakan daerah dengan curah hujan tinggi sehingga proses pengeringan membutuhkan waktu lama. Awaluddin berharap ada bibit unggul yang dapat mereka kembangkan dan ada tehnologi baru terkait cara mengikat rumput laut. “ besar harapan kami apa yang kami keluhkan ini dapat direspon pihak kementrian.

Lanjut Awaluddin, petani rumput laut juga sangat membutuhkan bantuan mesin pengering agar rumpu laut yang dikelolah dapat kering dengan cepat, selain itu bantuan perahu panen dan takkala pentingnya adalah proses pemasaran yang selama ini hanya bersentuhan dengan tengkulak sehingga harga rumput laut fluktuatif. “ kalau soal beras pemerintah menyiapkan Bulog, adakah yang bisa dilakukan tetkait pemasaran dan pengembangan rumput laut,” harap Awaluddin.

Terkait program pelaut, Walikota Palopo Kementrian menjanjikan Politehnik Kelautan di kota Palopo. Selain itu kementrian juga akan melakukan pembinaan terhadap lembaga penelitian dan akan dilakukan ke palopo yang langsung dibiayai oleh kementrian.

Terkait persoalan Unanda, Muhammad Nasir menyampaikan masih dalam proses, apalagi saat ini Proses penegerian Universitas Andi Djemma (Unanda) di Palopo masih terganjal moratorium.

Namun menurutnya begitu moratorium perguruan tinggi dicabut, maka yang menjadi skala prioritas untuk dinegerikan adalah Universitas Andi Djemma. “Unanda masuk daftar utama,” ungkap Muhammad Nasir.

Muhammad nasir juga menanggapi persoalan beasiswa bagi para mahasiswa, dimana disampaikan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa kedepannya hanya akan membutuhkan rekomendasi Walikota Palopo, “ kedepnnya mahasiswa tinggal minta rekomendasi walaikota dan akan kita bantu beasiswa, bahkan bagi calon mahasiswa yang berprestasi akan di berikan bantuan bebas SPP dan biaya hidup Rp. 650 ribu perbulannya, dan akan berlaku di Unhas dan Unsulbar. Dan akan berlanjut ke Universitas lainnya.” Janjinya.

Hal lain yang menjadi kendala dimasyarakat yakni persoalan Sagu dan hrumput laut, Menteri akan melakukan koordinasi dengan pusat tehnologi sagu di Manokwari dan jika memungkinkan akan membangun juga pusat tehnologi sagu di Kota Palopo. Untuk rumput laut persoalan bibit akan dimoordinasikan dengan Unhas, guna mendampingin pembibitan rumput laut di kota Palopo. Dan untuk mesin pengering rumput laut dan bantuan lainnya serta pasca panen mentri menjanjikan akan melakukan koordinasikan dengan balitbang Kemenristek digti.

Ditambahkan Muhammad Nasir, Persoalan pertanian juga menjadi hal utama, dan saat ini pertaniantelah dilakukan pengembangan dengan membangun kerjasamadengan kementrian pertanian di 24 kabupaten kota untuk penanaman padi sidenu (infari sidenu)  yang dikembangkan di IPB bekerjasama dengan kementrian pertanian. “ semua sudah kami persiapkan, adapau yang telah menjadi catatan kami akan kami respon secepatnya, dan terkait beberapa program Kota Palopo yang betul betul pro rakyat Saya janji akan datang langsung ke Kota Palopo untuk melihat kesiapan pengembangan program kedepan. Dan bagi TNI saya harap bisa bekerjasama baik dengan pemerintah dalam mengawal pelaksanan program khususnya program pertanian,” tandasnya.
(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds