Tito Pensiun Dini, Ini 7 Jenderal Calon Penggantinya. Siapa yang Layak?

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. DOK POJOKSULSEL

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. DOK POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, JAKARTA –  Kapolri Jenderal Tito Karnavian berencana untuk pensiun dini dari Korps Bhayangkara. Keinginan tersebut cukup mengejutkan banyak pihak.

Maklum, dengan usianya yang masih 52 tahun, Tito sejatinya memiliki peluang menjadi Kapolri terlama.

 

Namun, Tito lebih memilih pensiun lantaran pertimbangan keluarga.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyatakan, dalam penilaiannya, sosok Tito adalah yang paling cocok dan tepat menduduki jabatan Kapolri.

”Kecerdasannya dominan, bekerjanya cepat dan sangat terbuka,” ungkapnya.

Bahkan, menurut Poengky, Tito membawa angin perubahan terhadap institusi. Polri menjadi lebih dipercaya masyarakat.

Pada awal 2016 Polri menjadi tiga lembaga terbawah yang dipercaya publik. Namun, pada 2017 posisinya menjadi empat lembaga yang tingkat kepercayaan publiknya tertinggi.

”Saya malah tidak pernah membayangkan Kapolri pensiun dini. Dia masih sangat dibutuhkan untuk memimpin Polri. Saya sangat percaya Pak Tito dapat menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.

Bila dianalisis, mencari pengganti Tito juga cukup sulit. Di antara tujuh jenderal bintang tiga atau berpangkat komisaris jenderal (komjen), yang paling muda adalah Kalemdikpol Komjen Moechgiyarto dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dengan usia 55 tahun.

Lalu disusul Wakapolri Komjen Syafruddin, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayu Seno dengan usia 56 tahun. Mereka hanya berselisih bulan.

Yang paling senior adalah Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno dengan usia 58 tahun. November mendatang Dwi pensiun.

Semua komjen berusia lebih tua daripada Tito yang baru berusia 53 tahun. Di antara semua komjen, yang paling junior adalah Moechgiyarto (alumnus Akpol 1986). Setingkat di atas Tito yang alumnus Akpol 1987.

Apalagi, dalam bursa Kapolri 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja memilih Tito dengan melompati hampir semua komjen saat itu.

Hanya Moechgiyarto dan Putut Eko Bayu Seno yang saat itu belum menjadi komjen.

(JPNN)



loading...

Feeds

Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …