Ini Penelitian Bermain Game, Bermanfaat atau Tidak?

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Di era modern seperti sekarang ini, bermain video game cukup digemari semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Namun, tidak sedikit yang berpendapat, kebiasaan bermain game bisa membuat Anda menjadi pribadi yang malas, sulit bersosialisasi dan kekanak-kanakan.

Namun apakah anggapan itu benar adanya?

Beberapa hasil penelitian di bawah ini mungkin akan sedikit banyaknya menjawab anggapan itu:

1. Kontradiksi #1

Menurut studi yang dirilis pada jurnal Annals of Neurology, bermain video game selama satu jam setiap minggunya, dapat meningkatkan kemampuan motorik dan peningkatan nilai anak di sekolah. Namun tidak berlaku pada mereka yang bermain video game lebih dari 2 jam setiap minggunya.

Tim peneliti RS. del Mar juga menemukan bahwa bermain video game sepanjang minggu berkaitan dengan masalah prilaku, konflik antar individu dan mengurangi kemampuannya bersosialisasi dengan masyarakat. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang bermain game lebih dari 9 jam setiap minggunya.

2. Kontradiksi #2

Menurut sebuah studi yang dirilis pada Journal of Sexual Medicine, mereka yang gemar bermain video game setidaknya satu jam dalam sehari, memiliki resiko kecil mengalami ejakulasi dini.

Kendati demikian, kebiasaan ini bukan tanpa efek. Mereka yang gemar bermain game, menurut studi itu, ternyata memiliki libido atau hasrat yang rendah untuk bercinta dengan pasangannya.

3. Manfaat lainnya

Menurut sebuah studi yang dirilis pada Nature, disebutkan bahwa dengan memanfaakan video game 3D yang didesain secara khusus, maka orang dewasa akan dapat mengasah kemampuan kognitifnya agar tidak tumpul.

Sementara menurut penelian dari University of Texas, bermain video game adalah salah satu alternatif yang bisa dipilih orang untuk mengatasi depresi serta meningkatkan mood dan daya ingat pada orang dengan dewasa dengan gangguan kognitif ringan.

Sementara game bergenre strategi menunjukan adanya manfaat yang menjanjikan terhadap fungsi otak dan melindunginya dari resiko demensia dan Alzheimer.

(ruf/fajar/pojoksulsel)



loading...

Feeds