WASpada! TNI AU Uji Rudal di Bulukumba, Ini Area Terlarang Penerbangan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) (Airnav Indonesia) mempublikasikan Notam, dalam rangka mendukung program kerja Lanud Sultan Hasanuddin.

General Manager MATSC Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), Novy Pantaryanto mengatakan, Airnav Indonesia Kantor Cabang MATSC telah mempublikasi Notam, Senin (10/7/2017).

Dia menjelaskan, Notam (Notice To Airman) adalah Pemberitahuan yg didistribusikan lewat sarana telekomunikasi yang berisi informasi tentang pembuatan, kondisi atau perubahan dari fasilitas Penerbangan, pelayanan, prosedur dan potensi bahaya serta harus diketahui terutama oleh personil yang terkait dengan operasi penerbangan.

Mekanisme penerbitan Notam, kata Novy, dimulai dengan pengajuan RAW Data (data mentah) oleh instansi/institusi/perorangan/kelompok yang akan melaksanakan kegiatan yang dapat mempengaruhi operasi penerbangan pada suatu tempat dan waktu, kepada kantor cabang Airnav Indonesia sebagai institusi penerbit Notam.

“Setelah melewati proses tersebut, barulah Notam diterbitkan dan didistribusikan lewat media AFTN (Aeronautical Fix Telecommunication Network) ke seluruh unit pelayanan lalu lintas udara di seluruh Indonesia dan dunia, juga ke semua operator penerbangan yang ada,” jelas Novy.

Ia menjelaskan, untuk rencana kegiatan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 472 Paskhas TNI AU, pada 11-14 Juli 2017, pihak Lanud Hasanuddin Makassar sudah mengajukan Raw Data sejak tgl 3 Juli 2017.

“Isinya mengenai rencana penembakan Rudal Chiron dan meriam penangkis serangan udara Oerlikon,” kata Novy.

Adapun area yang menjadi titik tembak adalah pada koordinat 053218.02S 12002159.15E (daerah Kabupaten Bulukumba) dengan arah tembakan menuju Barat Daya (laut) dengan Radius 30 km dan jarak luncur hingga 10000 m (33000 kaki) diatas permukaan laut (dpl).

Waktu pelaksanaan penembakan terbagi dlm 2 sesi, yaitu sesi 1 pukul 09.00-11.00 Wita dan sesi 2 pukul 14.00-16.00 Wita.

“Dengan demikian maka pada area tersebut menjadi area terlarang untuk dilewati pesawat,” ungkap Novy.

Lebih lanjut, Novy menjelaskan, untuk jalur pendaratan pesawat yg menuju Makassar dari arah Timur yg menuju Runway 03, akan diarahkan melewati MKS VOR/DME dan selanjutnya akan melakukan proses pendekatan (approach) dari arah Barat.



loading...

Feeds