Kronologis Anak Anggota DPRD Bacok Anggota TNI Hingga Tewas

TKP tempat korban terkapar bersimbah darah (foto kiri). Prada Yanuar Setiawan dengan luka tusuk di dada kanan saat di ruang jenazah RS Sanglah, kemarin. (Foto: Istimewa/Jawa Pos Radar Bali)

TKP tempat korban terkapar bersimbah darah (foto kiri). Prada Yanuar Setiawan dengan luka tusuk di dada kanan saat di ruang jenazah RS Sanglah, kemarin. (Foto: Istimewa/Jawa Pos Radar Bali)

POJOKSULSEL.com – Prada Yanuar Setiawan (20) tewas bersimbah darah usai diserang gerombolan geng motor, Minggu (9/7/2017), di Jalan By Pass Nusa Dua, tepatnya di depan SPBU atau sebelah timur halte bus Siligita Taman Griya Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Prada Yanuar Setiawan diketahui sedang Dikjur Infanteri di Pulaki, Buleleng.

Yang mengejutkan, anggota TNI ini tewas setelah ditikam seorang anak anggota DPRD Bali berinisial DKDA (16).

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Latra menyebutkan, kasus ini berawal saat korban dan lima orang temannya ini datang dari Tuban hendak menuju Nusa Dua dengan menggunakan empat unit sepeda motor. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Suzuki Satria Fu.

Sampai di TKP, pelaku utama ini dibonceng oleh teman dengan sepeda motor Honda Scoopy warna putih menyalip dengan tiba – tiba dan menepi. Sehingga saksi dan korban terkejut dan berhenti.
“Bro, hati-hati di belakang ada motor nanti kalau ketabrak kami yang disalahkan,” tegur korban, sebagaimana ditirukan Kapolsek Latra.

Tak terima dengan teguran, ini sempat terjadi cekcok mulut antara kedua pelaku dan rombongan korban. Bahkan, rombongan korban dicaci maki dengan kata – kata kasar oleh gerombolan pelaku.

Kemudian pelaku meninggalkan korban bersama saksi melanjutkan perjalanan ke Nusa Dua. Sekitar pukul 04.30, setiba di pertigaan lampu merah Taman Griya Jimbaran, belasan orang menghadang korban dan saksi-saksi dengan cara mengejar menggunakan sepeda motor dan menyerempet lalu menghadang.

Tanpa banyak basa-basi mereka turun dari motor langsung mengeroyok korban dan saksi-saksi. “Motif sebenarnya hanya salah paham di jalan. Akhirnya terjadilah perkelahian besar-besaran yang berujung penusukan itu,” sebut mantan Kapolsek Tampaksiring, Bangli. Setelah melakukan penganiayaan, para pemuda yang merupakan kelompok geng motor ini langsung melarikan diri.

Yanuar Setiawan mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan dan luka pada telinga bagian kanan. Muhammad Johari mengalami patah tulang pada bagian rahang bawah. “Tegar dan Isra membawa korban Yanuar ke RS Surya Husada guna mendapatkan pertolongan,” sebutnya. Sayang, Yanuar Setiawan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit lantaran luka yang dialami sangat serius.

Karena diketahui meninggal dunia akhirnya korban langsung dibawa ke ruang jenazah RS Sanglah Denpasar. “Korban merupakan siswa Secata kejuruan Infanteri TNI AD di Pulaki-Singaraja yang sedang melaksanakan Ijin Berlibur Luar (IBL),” paparnya. Sumber di Polres menyebutkan mereka itu geng motor yang bernama Remang Bois Kelompok Kuta dan Kuta Selatan. Satu geng tapi dua kelompok

Polisi menyatakan sudah mengamankan pelaku utama, berikut teman -temannya sebanyak 10 orang.

Dari keterangan para saksi yang juga teman korban, tim langsung mengantongi identitas pelaku utama. Tak buang waktu petugas langsung mengamankan dan menggiring ke mapolsek.

“Ia diamankan di rumahnya di kawasan Nusa Dua. Ayah pelaku utama yang merupakan anggota dewan ini menyerahkan masalah tersebut ke pihak kepolisian,” beber mantan Kapolsek Blahbatu ini.

Setelah dimintai keterangan, pelaku akhirnya menyebut teman-teman yang ikut terlibat. Setelah dikantongi nama-nama akhirnya diamankan 10 orang dengan peran mereka masing-masing. Di antaranya, Christmas Imanuel, 17, yang membonceng pelaku utama lalu menyerempet dan menyetop korban dan memukul korban.

Sementara itu, pelaku turun dari motor dan menusuk korban menggunakan belati. Kemudian Revo Aswarisya, 19, ini berperan memukul korban di bagian wajah; Ferdiansah, 22, sempat menonjok teman pelaku. Lalu ada inisial YMF, 16, KAN, 16, Fajar, 18, Ngurah Putu Krisna Widiana, 17, NKBRD, 16, IKCA 16, dan KTP, 16. “Jadi sudah 11 orang yang diamankan dan kini sudah diamankan di Polresta Denpasar demi keamanan dan kenyamanan,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya masih mendalami untuk mengungkap pelaku lain yang juga masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama.

(JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds