Ini Hasil Penyelidikan Ledakan Bom di Liukang Tangaya Pangkep

Kapolres Pangkep beserta rombongan meninjau langsung Pulau Tinggalungan Kelurahan Sapuka Kecamatan Liukang Tangaya. POJOKSULSEL/TAJUDDIN MUSTAMING

Kapolres Pangkep beserta rombongan meninjau langsung Pulau Tinggalungan Kelurahan Sapuka Kecamatan Liukang Tangaya. POJOKSULSEL/TAJUDDIN MUSTAMING

POJOKSULSEL.com, PANGKEP – Ledakan bom ikan di Pulau Tinggalungan, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, pada 19 Juni lalu, menjadi perhatian serius Kapolres Pangkep AKBP Edy Kurniawan.

Senin (3/7/2017), kapolres Pangkep mengunjungi langsung ledakan bom ikan di wilayah terluar Kabupaten Pangkep, dengan menempuh jarak  265 mil dengan menghabiskan waktu sekitar 27 jam perjalanan laut.

Kapolres Pangkep didampingin langsung oleh Kasat Intel Polres Pangkep AKP Deni Radmodiharjo bersama Kapolsek Liukang Tangaya AKP Srianto Ponidjan.

Srianto Ponidjan menegaskan, bom yang meledak adalah jenis bom ikan.

Dalam kasus ini sejumlah warga pulau diperiksa pihak kepolisian. Setidaknya 11 orang di periksa oleh pihak kepolisian terkait dugaan bom ikan yang meledak di sekitar Pulau Tinggalungan. Mereka yang dimintai keterangannya merupakan warga Pulau Sapuka dan Pulau Tinggalungan.

Kapolres Pangkep yang terjun langsung memimpin olah TKP, tidak menemukan bukti bekas ledakan maupun sisa bahan bom yang digunakan pelaku.

Polisi juga memeriksa kaca mesjid yang dikabarkan pecah pasca ledakan, namun tidak di temukan kaca mesjid yang pecah seperti yang di beritakan sebelumnya oleh aktivis kepulauan.

Selain fakta di atas, dugaan ledakan yang dikabarkan meledak saat pelaksanaan salat tarwih juga terbantakan.

Menurut keterangan sejumlah saksi yang diperiksa, tidak satupun dari mereka yang mengatakan kalau ledakan terjadi pada saat tarwih, namun menurut keterangan saksi dan warga, ledakan terdengar sekitar pukul 21.15, setelah pelaksanaan tarwih.

Hingga polisi terus melakukan penyelidikan selama 4 hari, tak satupun warga yang mengetahui pelaku, yang di duga berasal dari kepulauan Sumbawa NTB. (tajuddin mustaming/pojoksulsel)



loading...

Feeds