Bom Panci Bandung, Polisi Kejar Kemungkinan Jaringan Lain

Tampak lokasi ledakan bom panci di 
kamar kontrakan di Kubang Beureum, Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (8/7/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Tampak lokasi ledakan bom panci di kamar kontrakan di Kubang Beureum, Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (8/7/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

POJOKSULSEL.com, BANDUNG – Agus Wiguna, perakit bom panci di sebuah rumah kontrakan, di Kampung Kubang Bereum RT 07/11, Buah Batu, Kota Bandung, merupakan teroris tipe lone wolf atau bekerja sendiri.

Sebab mulai perakitan bom hingga belajar jihadnya mencari sumber dan dikerjakan sendiri.

 

“Hasil pemeriksaan sementara, dia (Agus) ini lone wolf, bekerja sendiri dari mulai perakitan hingga belajar jihadnya,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus usai peringatan HUT Bhayangkara di Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/7/2017).

Meski demikian, polisi masih akan tetap menelusuri apakah ada kemungkinan keterlibatan jaringan lainnya.

“Tetapi tidak akan berhenti di situ, kita akan cari apakah kemungkinan ada keterlibatan orang lain dan jaringan lain,” ujar Yusri.

Polrestabes Bandung, Jawa Barat, menyerahkan terduga teroris kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Termasuk barang bukti hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Puslabfor dan Inafis Mabes Polri.

“Ada beberapa serpihan bom panci, dokumen tentang Islam, dan dokumen pribadi. Semua kita sita dan diserahkan ke Densus untuk diselidiki lebih lanjut,” kata Yusri.

Sabtu, (8/7/2017) masyarakat dihebohkan dengan sebuah ledakan bom panci di sebuah kontrakan di Kampung Kubangbereum RT 7/11, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

Bom itu hendak diledakan pelaku di tiga lokasi, yakni sebuah kafe di Jalan Braga, rumah makan di Astana Anyar, dan Gereja di daerah Buah Batu.

(dri/pojoksatu/pojoksulsel)



loading...

Feeds