Astagafirullah… Siapa Simpan Kepala Babi di Tangga Masjid Al-Ikhlas?

Masjid Al Ikhlas yang menjadi lokasi tempat kepala babi diletakkan dengan sengaja oleh OTK. foto : metro tabagsel/JPG

Masjid Al Ikhlas yang menjadi lokasi tempat kepala babi diletakkan dengan sengaja oleh OTK. foto : metro tabagsel/JPG

POJOKSULSEL.com, MADINA – Masyarakat sekitar Masjid Al-Ikhlas, Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara dihebohkan dengan penemuan kepala babi hutan di tangga masjid tersebut.

Peristiwa ini terjadi menjelang waktu shalat Subuh, Minggu (9/7/2017) sekira pukul 05.00 WIB.

 

Informasi yang dihimpun Metro Tabagsel (grup pojoksumut), warga setempat, Asrin Pohan, menuturkan, kepala hewan yang merupakan najis berat dalam ajaran Islam itu pertama kali ditemukan oleh Nazir Masjid, Hasyim Dalimunthe saat hendak membuka tempat ibadah itu dan melaksanakan shalat subuh.

“Langsung diberitahukan sama warga. Warga datang, dan kemudian dilaporkan ke polisi. Polisi juga sudah datang, kepala babinya sudah dibawa, kami di sini sudah mensamak (mensucikan) nya,” katanya dalam laporan sambungan telepon selular.

Saat ditemukan kepala babi itu dalam kondisi ditusuk menggunakan kayu sepanjang 60 sentimeter.

Polisi dipimpin Kapolsek Natal, AKP GR Purba didampingi personil, Bripka Mahmuddin SH, Brigadir IR Marpaung dan Bripda Buha Sihombing pun telah membawa kepala hewan liar yang ditusuk dengan kayu sepanjang 60 sentimeter itu sebagai barangbukti.

Polisi itu juga meminta kesaksian dari empat warga setempat yakni, Majir (20), Maslin br Pohan (45), Masari Lubis (40) dan Abu Kasiro Siregar (40).

Selanjutnya, Kapolsek, Danramil dan Muspika lainnya, siang ini mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama di dusun Simpang Bambu beserta Kepala Desa Sundutan Tigo.

Sikap cepat dilakukan untuk meredam emosi warga dan konflik. Beruntung, setelah kepolisian dari Polsek Natal mengangkat barangbukti dari TKP serta meminta keterangan saksi-saksi, Muspika dimulai dari Camat, Kapolsek dan Danramil 19 Natal serta tokoh masyarakat dan lintas agama desa itu dikumpulkan di Mapolsek Natal.

kriminal, kepala babi di tangga masjid, kepala babi di masjid

Warga mengevakuasi kepala babi tersebut.
foto : metro tabagsel/JPG

Dari pertemuan itu, diterangkan Danramil, Kapten A Muis Nasution, pada masyarakat desa dan di dusun tempat kejadian perkara sendiri, sepakat untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan yang selama ini terjaga. Meskipun demikian katanya, pihak keamanan dari Polisi dan TNI tetap berjaga mengantisipasi jika konflik terjadi.

“Masyarakat itu tidak ada masalah kok, rukun-rukun saja,” katanya

Kemudian terkait pelaku, katanya, Polisi dan TNI masih menyelidiki. “Justru si pelakunya itu kan belum diketahui, masih kita cari dan masih kita selidiki. Dan, masyarakat itu pun mendukung. Mereka bersedia dan ingin turut mencarinya. Kalau masalah tidak ada ya, masyarakatnya kedua belah pihak tidak ada. Dengan umat Islam pun tidak ada, tetap harmonis dan menjaga kerukunan umat beragama,” tegas perwira pertama TNI itu.

Sementara itu, Kepala Desa Sundutan Tigo, Taslim yang dihubungi Metro Tabagsel mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui apa motif potongan kepala babi diletakkan di tangga masjid. Pihaknya selaku Kepala Desa juga perangkat Desa telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.



loading...

Feeds

video umi pipik

Video Umi Pipik Bikin Heboh

POJOKSULSEL.com – Pipik Dian Irawati atau akrab disapa Umi Pipik banyak dibicarakan setelah isu pernikahannya dengan Sunu eks Matta band. …
Sylvano Comvalius

Bali United Lepas Sylvano Comvalius

POJOKSULSEL.com – Bali United dikabarkan melepas mesin golnya, Sylvano Comvalius, musim depan. Kabar putusnya kontra pencetak gol terbanyak di Liga …