Januari-Juli 2017, 50 Kali Serangan Laser di Bandara Hasanuddin Makassar

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kondisi penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar kian membahayakan, menyusul maraknya serangan laser ke pesawat yang hendak mendarat.

Berdasarlan data Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) Perum Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia, dari periode Januari hingga Juli 2017 sudah sekitar 50 kali laporan serangan laser.

 

General Manager MATSC Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), Novy Pantaryanto, Sabtu (8/7/2017) mengatakan, serangan laser atau laser attack meningkat dari tahun 2016.

“Tahun lalu sekitar 100 lebih laporan, tapi setelah kita kenali kondisinya jumlah menurun dengan drastis,” kata Novy.

Memasuki pertengahan tahun 2017, fenomena laser attack meningkat lagi. “Dari Januari hingga Juli sudah sekitar 40 hingga 50 laporan. Paling parah tiga pekan ini sudah ada 15 laporan,” kata Novy.

Berdasarkan data MATSC Perum Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia, pada 6 Juli ada tujuh pesawat yang terkena laser attack yakni maskapai Sriwijaya 726 dari Bali, Lion Air 640 dari Yogyakarta, Batik Air 6231 dari Palu, Batik Air 6183 dari Jayapura, Garuda 620 dari Jakarta, Lion Air 740 dan Citilink 612 masing-masing dari Surabaya

Kemudian, Jumat malam, 8 Juli kemarin, sebanyak empat pilot melaporkan adanya serangan laser. Empat pesawat yang mendapatkan teror serangan laser yakni Lion Air 777, Sriwijaya Air 726, Batik Air 6183, Citylink 612 dan Lion Air 640.

Serangan terhadap empat pesawat itu bahkan diketahui bersumber dari arah yang sama. Laporan masing-masing pilot menyebut, laser mengenai bagian kanan badan pesawat.

Menurut Novy, kondisi lalulintas udara di Makassar semakin memprihatikan atas adanya laser attack tersebut. Bahkan, ia menyebut Kota Makassar sebagai daerah yang paling banyak mendapatkan serangan laser dari 220 bandara yang diawasinya.

“Dari 220 Bandara yang kami awasi, Makassar peringkat pertama untuk ruang udara yang paling banyak mendapatkan serangan laser. Dibawahnya Batam, Bali, dan Singapura, namun jumlahnya tidak sebanyak di Makassar,” kata Novy.

Novy paham betul, isu mengenai keselamatan penerbangan sangat berpengaruh dengan perkembangan ekonomi.

Namun, lanjut dia, jika sudah sangat membahayakan pihaknya akan menyampaikan kepada pilot untuk menghindari jalur yang dianggap rawan.

“Kalau sudah sangat parah, kita akan sampaikan ke Pilot jika titik ini berbahaya. Tapi itu menurunkan nilai, dan kami harap tidak samapi kesana,” kata Novy.

Ia menjelaskan, di Bandara Sultan Hasanuddin, ada dua runway yang bisa digunakan. “Runway yang sering terkena laser itu, sangat disukai pilot karena melintasi laut. Panjangnya juga cocok, jadi mereka lebih nyaman,” katanya.

Sementara, runway yang satu lagi, dinilai kurang nyaman untuk pilot. “Yang satu namanya runway 13. Inj kurang nyaman untuk pilot dan kurang diminati. Tapu jika yang satu ditutup, maka kita akan arahkan ke runway 13 itu,” ungkap Novy.



loading...

Feeds