Ini 6 “Dosa” Andi Cakka Dipecat dari Golkar, Risman Pasigai: Penghianat

Risman Pasigai

Risman Pasigai

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) benar-benar berang sehingga mengambil langkah tegas dengan memecat Andi Mudzakkar sebagai ketua DPD II Partai Golkar Luwu. Andi cakka, sappaan Andi Mudzakkar, dianggap berhianat pada komitmen Partai Golkar Sulsel.

Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Partai Golkar Sulsel Risman Pasigai pun secara tegas mengatakan jika Andi Cakka telah berhianat terhadap Golkar.

 

Diketahui, Andi Cakka resmi dicopot melalui surat pemecatan yang ditandatangani oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH) karena dianggap tidak patuh dan penghianat terhadap keputusan Partai Golkar.

Partai berlambang pohon beringin rimbun itu membeberkan fakta dan alasan yang membenarkan Andi Cakka disebut sebagai penghianat.

Menurut Risman Pasigai pihaknya menyebut Cakka sebagai penghianat. Salah satunya, saat acara Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu, Rabu (4/1/2017), tercatat Andi Cakka adalah Ketua DPD II Golkar yang ke-8 menegaskan dukungannya terhadap Calon Gubernur NH untuk maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018.

“Bahkan dia (Andi Cakka) menjamin seluruh kader Golkar Luwu akan mendukung NH dibawah komandonya,” tegas Risman Pasigai melalui, pesan Whats Up nya, Makassar, Sabtu (8/7/2017).

Bukan hanya itu, Risman juga mencatat sedikitnya ada 6 kesalahan yang dilakukan Cakka sehingga layak disebut penghianat.

Berikut ke 6 hal tersebut:

1. Andi Cakka melakukan perlawanan secara politik yang merugikan Partai Golkar secara permanen

2. Andi Cakka melanggar kontrak politik yang dia buat dan bacakan dan dia tanda tangani di musda Golkar.

3. Bahkan dalam beberapa pernyataan Saudara Andi Cakka sendiri menyatakan tau akan aturan dan resiko di partai.

4. Andi Cakka tidak ada niat baik sama sekali sebagai kader Golkar dalam mengamankan keputusan partai.

5. Partai Golkar sudah membantu selama ini termasuk mengusung Andi Cakka dalam pilkada sehingga bisa terpilih jadi bupati periode kedua.

6. Andi Cakka Selalu membuat pernyataan yang melawan partai bahkan tidak ada niat sama sekali membantu partai dalam perjuangan politik.

Sekadar diketahui, pemecatan Andi Cakka dari Partai Golkar terkait sikapnya sebagai kader yang tidak mendukung keputusan DPP Golkar yang mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) sebagai calon gubernur dan wakil gubenur di Pilgub Sulsel 2018.

Andi Cakka lebih memilih “merapat” ke kandidat lain, yakni mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo. Apalagi ama Andi Cakka masuk bursa salah satu figur kuat mendampingi Ichsan sebagai wakil di Pilgub Sulsel 2018.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds