Cakka Mundur sebelum Dipecat? Itu Pembohongan Publik

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Andi Mudzakkar mengklaim dirinya mundur sebagai ketua, sebelum resmi dipecat DPD I Partai Golkar Sulsel. Menurut Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I, Risman Pasigai, itu sebagai bentuk pembohongan publik.

Penegasan Risman Pasigai itu berdasarkan buku surat yang ada di sekretariat Golkar, tidak ada surat Andi Mudzakkar, akrab disapa Andi Cakka, hingga tanggal 7 Juli 2017.

“Kalau toh surat itu dibikin tanggal 3 Juli, tapi tidak disetor hingga tanggal 7 Juli. Surat Andi Mudzakkar muncul setelah resmi dipecat sebagai ketua DPD II Golkar Luwu,” kata Risman Pasigai.

Hal yang sama juga disampaikan pengamat komunikasi politik dari Unhas, Aswar Hasan. Dia curiga, surat Andi Cakka itu dibikin setelah resmi dipecat untuk mengelabui publik bahwa seolah-olah dia mundur, bukan dipecat.

Aswar menyayangkan sikap Andi Cakka yang terjebak dengan politik sesaat. “Cakka seolah sangat tega pada kakaknya Aziz Qahhar Mudzakkar yang hendak maju di Pilgub. Padahal saat bersamaan, Aziz sangat mengedepankan politik santun. Pak Aziz sangat santun. Sayang dia diperlakukan seperti itu oleh adiknya,” kata Aswar Hasan.

Menurut Aswar Hasan, kesepakatan keluarga besar Aziz Qahhar yakni mendorong Aziz untuk maju berpasangan dengan Nurdin Halid. Saat itu, Cakka malah bilang dia tidak akan maju manakala ada orang Luwu Raya yang maju. Jangankan dengan kakaknya, jika ada orang Luwu Raya saja yang maju, maka Cakka menolak dicalonkan.

Sebagaimana diberitakan, surat keputusan pemecatan Andi Cakka ditandatangani Ketua DPD I Partai Golkar Nurdin Halid (NH) yang juga akan maju sebagai calon gubernur Sulsel berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di Pilgub Sulsel 2018.

DPP Partai Golkar pun sudah menetapkan pasangan NH-Aziz yang akan diusung pada Pilgub Sulsel 2018. Namun, di sisi lain, Andi Cakka membangun komunikasi bahkan digadang sebagai kandidat wakil dari Ichsan Yasin Limpo yang juga akan bertarung di Pilgub Sulsel.

Atas langkah politik Andi Cakka, dianggap sebagai bentuk ketidakkonsistenan pada amanat partai dimana dia sebagai salah satu ketua DPD II. Risman Pasigai pun secara terags membeberkan 6 “dosa” Andi Cakka yang disebutnya sebagai penghianat.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Ini Syarat Calon Walikota PPP Parepare

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Ketua Bappilu Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP), Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Salam Latif, mengatakan sejauh …