Soal DNA Bayi “Ajaib” dari Enrekang, Ini Pengakuan Mengejutkan Sang Kakek

Utje Ramadani (ketiga kiri), saat dijenguk tim kesehatan Pemkab Enrekang. Keluarga mulai terbuka, meski belum mengizinkan ibu bayi ajaib, Utje untuk diperiksa kesehatannya.

Utje Ramadani (ketiga kiri), saat dijenguk tim kesehatan Pemkab Enrekang. Keluarga mulai terbuka, meski belum mengizinkan ibu bayi ajaib, Utje untuk diperiksa kesehatannya.

POJOKSULSEL.com, ENREKANG – Jasman, ayah Utje (gadis yang mengaku melahirkan tanpa hamil/suami) kemarin diperiksa pihak Kepolisian Resor (Polres) Enrekang terkait bayi ajaib yang dilahirkan anaknya. Jasman mengakui DNA-nya jelas ada di bayi ajaib, karena Utje anaknya, dan bayi ajaib itu cucunya.

Kebenaran terkait bayi yang diklaim ajaib di Dusun Penja, Desa Karueng secara perlahan mulai terkuak. Pihak Polres Enrekang telah berhasil memeriksa beberapa anggota keluarga untuk diinterogasi di Mapolres.

Ada dua anggota keluarga yang menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Enrekang. Selain Jasman, juga ada nenek dari Utje Ramadani (gadis yang melahirkan bayi). Mereka menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga siang hari.

Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Abdul Haris Nicholaus mengungkapkan, petunjuk yang mengarah pada fakta-fakta hukum semakin jelas. Hanya saja, ia tak ingin membeberkan secara detail. Itu lantaran pihaknya masih akan mendatangkan anggota keluarga lainnya, termasuk Utje sendiri.

“Kami sudah interogasi dua orang. Pemeriksaan masih akan berlanjut besok (hari ini) dengan tiga orang anggota keluarga lain, termasuk sang ibu bayi itu sendiri,” papar Haris.

Pemanggilan anggota keluarga tersebut menjadi salah satu progres yang cukup baik. Setelah digempur dengan desas-desus dan kabar di antara masyarakat, keluarga sudah mulai melunak. Mereka kini bersedia melangkahkan kaki keluar dari kediamannya, yang kerap dijaga ketat.

Pun demikian dengan Utje. Gadis berusia 19 tahun itu bakal dicecar banyak pertanyaan oleh penyidik. Selain sebagai ibu sang bayi (yang hingga kini belum diberi nama), ia juga menjadi salah satu saksi kunci yang berada dalam proses persalinannya sendiri.

“Kami berjanji akan selesaikan kasus ini. Kalau yang begini ada permulaannya, pasti ada akhirnya. Nanti di terakhir itu kami akan paparkan lebih banyak (fakta dan bukti),” garansi Haris.

Kondisi Utje pun sebenarnya semakin memprihatinkan. Wajahnya semakin pucat setiap hari. Itu lantaran tidak mendapatkan penanganan medis secara maksimal setelah melahirkan bayinya. Tim medis sudah memastikan dirinya kekurangan banyak darah. Oleh karena itu, sudah sewajarnya harus menjalani pengobatan di rumah sakit.

“Kalau dibiarkan, Utje bisa semakin banyak kekurangan darah. Dia sudah saatnya untuk dibawa opname di rumah sakit. Orang tuanya tidak boleh menahan-nahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Kepala Puskesmass Enrekang, Sri Siswati Zainal.



loading...

Feeds

Indonesia Vs Vietnam: Laga Krusial

KALAU timnas Indonesia U-22 ingin lolos ke semifinal, kuncinya adalah memangangkan pertandingan Selasa malam ini (22/8). Tim berjuluk Garuda Muda …