KPK Periksa Setya Novanto Hari Ini

Setya Novanto

Setya Novanto

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – KPK terus mendalami sejumlah politisi yang diduga ikut kecipratan perkara kasus dugaan korupsi e-KTP untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Jumat (7/7/2017) hari ini, penyidik KPK akan memanggil sejumlah anggota DPR.

Dari beberapa anggota DPR yang dipanggil, rencananya, hari ini, penyidik akan memanggil Ketua DPR Setya Novanto.

Ia akan diminta keterangannya sebagai saksi dalam sengkarut kasus dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

‘’Besok (hari ini) kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPR dari unsur mantan pimpinan komisi atau pimpinan fraksi pada saat rentang kasus KTP elektronik berjalan sebelumnya,’’ terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, di Jakarta Kamis (6/7/2017) malam.

Pemeriksaan terhadap Setnov dan sejumlah anggota dan mantan anggota DPR lain, dilakukan untuk mendalami berbagai hal substantif, seperti indikasi aliran dana kepada sejumlah pihak, pertemuan-pertemuan yang di duga terjadi pada saat itu dan juga proses pembahasan anggaran.’’ Jadi dalam kasus KTP elektronik itu ada dua dimensi besar. Ruang lingkup yang dibuktikan oleh penyidik yaitu proses pembahasan anggaran dan juga proses pengadaan itu sendiri ,’’ jelas Febri.

Saat ini kata Febri, pihaknya banyak mendalami ruang lingkup pada proses pembahasan anggaran. Hal ini dilakukan karena dalam proses itu, diduga ada indikasi aliran dana dan ada indikasi pertemuan-pertemuan sejumlah pihak. ‘’Jadi kita masih secara intensif melakukan pendalaman terhadap, kasus-kasus KTP elektronik untuk tersangka AA ,’’ urainya.

Apakah dalam proses pendalaman tersebut, KPK menemukan dua alat bukti untuk menaikkan status hukum Setya dari saksi menjadi tersangka, hingga saat ini, misteri itu masih belum terbongkar. Namun, isyarat perihal terbuktinya unsur pidana yang dilakukan Setya, telah dikemukan jaksa KPK dalam surat tuntutannya.

Dalam kasus ini, sebelumnya KPK telah menetapkan dua tersangka. Mereka yakni Irman dan Sugiharto. Dalam perkembangannya, penyidik kemudian menetapkan pihak dari unsur swasta, yakni Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selain itu, terkait kasus yang sama, KPK menetapkan anggota DPR Miryam S Haryani, karena diduga telah memberikan keterangan tidak benar. Setelah itu, dalam perkembangannya penyidik menetapkan anggota DPR Markus Nari sebagai pihak yang menyuruh Miryam memberikan keterangan tidak benar dan mencabut seluruh berita acara pemeriksaan di tingkat penyidikan.

(jpg)



loading...

Feeds