Innalillah… 2 Mahasiswa Gontor Asal Makassar Tewas Kecelakaan. Kepala Pecah

Foto-foto kecelakaan maut di Jalan Raya Dusun Jali, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Jumat (7/7/2017), yang menewaskan 2 mahasiswa Gontor asal Makassar. | IST

Foto-foto kecelakaan maut di Jalan Raya Dusun Jali, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Jumat (7/7/2017), yang menewaskan 2 mahasiswa Gontor asal Makassar. | IST

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Mobil Daihatsu Xenia warna silver rombongan mahasiswa Pesantren Darusalam Gontor 6 Sawangan Magelang, Jawa Tengah (Jateng) bertabrakan dengan truk tronton pengangkut pasir di Jalan Raya Dusun Jali, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Jumat (7/7/2017) pagi tadi.

Rombongan mahasiswa di atas mobil Senia tersebut berjumlah 6 orang. Tiga orang meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Nganjuk. Dua korban di antaranya berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

 

Identitas dua mahasiswa asal Makassar yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas tersebut adalah Andi Antrian Fitriawan (20) dengan luka di kepala, kaki kiri dan kanan patah. Kemudian, Hidayatus Sholikin (20) dengan luka di kepala dan patah kaki kiri.

Satu korban meninggal dunia kainnya adalah pengemudi mobil Fikri Abdullah (20) asal Jember.

Sementara tiga penumpang yang selamat dalam insiden maut tersebut adalah Fazhulla Ihza (20) mahasiswa asal Ponorogo yang mengalami luka ringan di kepala dan wajah.

Selanjutnya, Ali Akbar mahasiwa yang berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat, dengan luka patah tulang paha dan bahu, dan Iqbal (19) mengalami luka lecet di tangan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil Senia warna silver rombongan mahasiwa Gontor 6 sawangan Magelang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Barat ke Timur

Selanjutnya, dari arah Timur juga melaju mobil truk tronton dengan nomor polisi S 8594 UU yang dikemudian oleh Karnoto (49) memuat pasir.

“Karena jarak terlalu dekat dan tidak bisa menghindar dan terjadilah tabrakan,” kata Kombes Frans Barung Mangera, Jumat (7/7/2017).

Sebelum terjadi tabrakan, mobil Senia silver tersebut sempat melambung beberapa kendaraan di depannya.

Frans Barung Mangera mengatakan, rombongan mahasiswa ini hendak bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Gontor, Kediri, Jatim.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds