Pesan Kakanwil Kemenag di Halal Bi Halal Pengurus Besar As’adiyah

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) Abd Wahid Thahir membuka acara halal bi halal halal dan pra Muktamar XIV, Pengurus Besar As’adiyah di Gedung Balai Diklat Keagamaan Makassar, Senin (4/7/2017).

Wahid Thahir yang juga alumni Pondok Pesantren (Ponpes) As’adiyah mengatakan hal penting yang harus dilakukaa untuk memajukan As’adiyah adalah memerhatikan model manajerialnya. Mulai dari persoalan administrasi sampai keuangannya. Selanjutnya model dan aturan organisasi As’adiyah.

“Serta bagaimana menjaga dan mempertahankan nilai-nilai yang dibawa dan dianut oleh As’adiyah,” kata Kakanwil Wahid Tahir.

Wahid Thahir juga menegaskan pentingnya menjaga dan mempertahankan nilai-nilai yang dibawa dan dianut oleh As’adiyah.

Selanjutnya, As’adiyah sebagai cikal bakal lahirnya banyak ulama dan Ponpes di Sulsel terus meningkatkan mutu pembelajaran ilmu keislaman ahlussunah wal jamaah. Utamanya pengajian itab kitab Kuning.

Halal bi halal yang mengusung tema konsolidasi organisasi dan revitalisasi ideologi ke As’adiyah, dihadiri oleh sejumlah ulama. Di antaranya Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Nasaruddin Umar, Kepala Balai Litbang Keagamaan Makassar KH. Harun Ar-Rasyid, H. Syahrir Langko, Cucu KH Muh As’ad H. Asri, Prof H. Abustani Ilyas, Sumardi Haruna.

Selanjutnya, sejumlah Kakankemenag kabupaten/kota dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Sulsel.

As’adiyah merupakan Pesantren tertua di Sulsel yang didirikan ulaama tersohor dari Kerajaan Wajo, Al Mukarram KH. Muhammad As’ad dalam waktu dekat akan menghelat Muktamar pada bulan November 2017 di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim)

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds