Oknum Pegawai Pemprov Sulsel Jadi Calo PNS, SYL: Kasus Pidana Harus Dipenjara

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengecek PNS yang mengikuti upacara bendera pasca libur lebaran

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengecek PNS yang mengikuti upacara bendera pasca libur lebaran

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kesbanhpol Sulsel yang terlibat kasus percaloan penerimaan PNS harus menjalani proses hukum.

“Itu pidana. Pidana kan harus dipenjara. Aturannya jelas, kalau penipuan ya pidana,” kata Syahrul Yasin Limpo, Selasa (4/7/2017).

Bahkan, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa apabila proses hukum oknum PNS tersebut telah berkekuatan hukum tetap, dapat disanksi pemecatan.

“Kenapa harus dibela. Dan Harus dihukum. Kalau berkekuatan hukum tetap ya pecat,” ujar Gubernur Syahrul YL.

Sebelumnya, seorang oknum pegawai dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bernama Muh Sukram Sjadman diamankan anggota Polsek Sombaopu, Polres Gowa di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BPMD) Pemprov Sulsel, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PTSP) di Jalan Bougenville, Kecamatan Panakkukang, Senin (3/7/2017) kemarin.

Muh Sukram Sjadman diduga telah menipu korbannya dengan iming-iming dapat dapat mengurus korban menjadi PNS. Korban atas nama Fatmawati bersama tiga keluarganya masing-masing Firmansyah, Sulfitrah dan Nuzul Rifandi telah menyetor uang dengan total Rp400 juta pada tahun 2014 lalu.  Namun sampai saat ini mereka tidak kunjung menjadi PNS.

Bahkan, keempat korban sempat menerima Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Drs H Ismail Hasanuddin,MPd. SK nomor: 814.1/05/I/Set tertanggal 02 Januari 2014 itu berisi tentang Pengangkatan Sebagai Tenaga Sukarela dalam Menunjang Kelancaraan Pelaksanaan Tugas-tugas pada Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat.

Tapi SK pengangkatan tersebut adalah palsu. Fatmawati telah melakukan berbagai upaya persuasif, agar terdiga pelaku mengembalikan uang itu. Hanya saja Sukram selalu saja menghindar.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds