Nurdin Halid Tulis Surat Khusus untuk Guru

Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid saat menyampaikan pidatonya dalam peresmian Rumah Ratulangi, Sabtu (17/6/2017).

Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid saat menyampaikan pidatonya dalam peresmian Rumah Ratulangi, Sabtu (17/6/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bakal calon gubernur Sulsel HAM Nurdin Halid kembali menulis surat terbuka. Kali ini, ia tujukan ke seluruh anak guru di pelosok tanah air. Dalam suratnya yang dibikin 4 Juli ini, Nurdin Halid juga memperkenalkan sebuah buku yang ia tulis dengan judul “Sosok Tanpa Nama Besar”.

Berikut surat terbuka Nurdin Halid tersebut:

Kepada
Yang Saya Muliakan

Bapak/ibu Guru

Di manapun berada

Salam,

Perkenankan saya, NURDIN HALID, menyambung silaturrahim dengan bapak/ibu, sembari menghaturkan sebuah buku yang berjudul, “Sosok Tanpa Nama Besar”. Buku ini disusun untuk mengenang perjuangan seorang guru di dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya, hingga semua berhasil di bidangnya masing-masing.

Guru itu adalah suami dari seorang isteri dan ayah dari 11 orang anak. Tentu dapat dibayangkan, bagaimana sosok guru itu menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya, hingga semuanya meraih sarjana dari gaji yang terkadang hanya cukup hingga pertengahan bulan.

Sosok guru itu adalah ayah saya, yang sering disapa sebagai “Tang (tuan) Guru Halid” oleh generasi sezamannya di Bone pada tahun 1960-an hingga 1980-an. Begitulah gambaran kehidupan yang dialami oleh guru pada umumnya di masa lalu, yaitu hidup hanya mengandalkan gaji dan bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Buku ini menuliskan sebagian dari kisah perjalanan hidup saya. Yaitu, kisah perjalanan anak seorang guru yang mengalami jatuh-bangun menempuh jalan terjal dan berliku, hingga mencapai puncak karir sebagai seorang pengusaha dan politisi.

Semua itu, saya lalui dengan berbekal nasihat ayah, “jangan pernah merasa rendah diri, meskipun engkau hanya anak seorang guru. Jika kelak engkau berhasil, jangan pernah melupakan bahwa engkau anak seorang guru. Dan, karena orang tuamu seorang guru, maka perlakukanlah semua guru sebagai orang tuamu”.

Oleh karena guru adalah “orang tuaku”, maka pada hakekatnya, anak-anak para guru adalah saudara dan atau adik-adikku.

Buku ini, selain saya dedikasikan kepada para guru, juga saya persembahkan kepada adik-adik, anak guru. Dengan membaca buku ini, mudah-mudahan dapat memberi inspirasi di dalam usaha meraih masa depan yang lebih baik. Tanamkan di dalam hati bahwa jangan pernah rendah diri untuk punya mimpi. Dan, jangan pernah takut punya cita-cita.

Percayalah bahwa ANAK GURU JUGA BISA!
Selamat membaca.

Wassalam

Makassar, 4 Juli 2017
NURDIN HALID



loading...

Feeds

syahrul yasin limpo, deng ical, rsi faisal makassar

Syahrul YL Sebut Deng Ical Walikota

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menghadiri milad ke-37 Rumah Sakit Islam Faisal, di Jalan Faisal, Makassar, Senin …
Dewi Sanca, haters Dewi Sanca

Serang Haters, Dewi Sanca Sehat?

POJOKSULSEL.com – Pedangdut Dewi Sanca kembali menjadi bulan-bulanan netizen di media sosial. Tak tahan dengan cibiran haters, Dewi Sanca pun …