Penangguhan Aturan U-23 karena PSM Makassar Akan Melawan Persib Bandung?

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin | DOK. POJOKSULSEL

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin menyayangkan sikap PSSI dan operator Liga 1 yang menangguhkan regulasi U-23 ditengah kompetisi.

“Sampai pekan ke-11 tidak ada evaluasi yang melibatkan klub untuk liga ini. Dan tiba-tiba ada perubahan aturan, itukan sangat membingungkan,” kata Munafri.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengeluarkan keputusan bernomor 155/LIB/VI/2017 tentang penangguhan regulasi penggunaan pemain U-23 dalam ajang Go-Jek Traveloka Liga 1 2017.

Selain itu, mereka juga mengubah aturan terkait jumlah pemain cadangan di bench klub.

Awalnya, PSSI meminta kepada PT LIB untuk mengubah aturan 18 pemain di bench karena setiap klub harus memainkan tiga pemain U-23 dan memiliki lima pemain U-23 yang masuk dalam skuat setiap laga (3 wajib starter).

Pria yang akrab disapa Appi itu menegasakan, jika pihak PSM Makassar akan terus mendukung keputusan PSSI apabila dapat disosialisasikan dengan baik.

“Tapi ini tidak ada info sebelumnya, tiba-tiba ada surat. Bisa saja kita berpikir negatif, ini regulasi dirubah karena PSM mau melawan Persib Bandung,” ungkap Munafri.

Penangguhan regulasi U-23 tentu saja sedikit mengurangi beban Persib Bandung. Sebab, dua pemain muda mereka Febry Haryadi dan Gian Zola yang selama ini dipasang sebagai starter harus bergabubg dengan Timnas U-22.

Sementara, dikubuh PSM Makasaar habya Asnawi Mangkualam yang dipanggil pemusatan latihan Timnas.

Penangguhan regulasi U-23 memaksa tim kepelatihan merubah pola dan strategi disisa laga putaran pertama Liga 1. Termasuk persiapan menghadapi Persib Bandung, Rabu (5/7/2017).

Selama persiapan, pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts memilih untuk latihan tertutup, agar lebih fokus meracik strategi sebelum menghadapi Persib Bandung.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds