Mengintip Misi Asmar Oemar Saleh “Jalan-Jalan” ke Sulsel

Asmar Oemar Saleh

Asmar Oemar Saleh

BICARA soal pemberantasan korupsi di Sulawesi Selatan, tampaknya tidak bisa lepas dari nama ini. Jauh sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbentuk, ia telah mendirikan sebuah lembaga nirlaba dengan nama Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi.

Di tangannyalah, lahir Abraham Samad, ketua KPK yang sekaligus menjadi pelanjut Ketua ACC. Dia adalah Asmar Oemar Saleh. Dulunya, Asmar dikenal sebagai pengacara lokal di Kota Watampone. Seiring dengan reformasi, Asmar hijrah ke Kota Makassar dan mendirikan ACC Sulawesi.

 

Namun tak lama di Makassar, Asmar memilih jalan hidup di Jakarta. Kehidupannya di ibukota tak seperti kebanyakan pengacara ibukota. Ia tetap Asmar yang dulu. Idealis, bersahabat dan hidup dalam kesederhanaan.  Sebagai pengacara yang pro rakyat miskin, Asmar tahu betul nadi kehidupan rakyat.

Setelah lebih 20 tahun, tiba-tiba Asmar mengabari bahwa ia sedang berada di Bone. Tepatnya empat hari setelah lebaran. “Saya sedang berada di Bone, sekadar bersilaturrahmi dengan kawan-kawan lama,” kata Asmar dibalik telepon.

Namun, kedatangannya kali ini, mungkin terbilang istimewa. Soalnya, Asmar mengaku akan tinggal lebih sebulan. Ia mengaku akan menyelami pemilihan gubernur yang akan digelar 27 Juni 2018. Karena itu, Asmar butuh perenungan untuk berkeliling di sejumlah kabupaten dan kota.

Meski begitu, Asmar menolak untuk menyebut salah satu kandidat yang dia jagokan. “Saya belum jalan, saya butuh waktu untuk menentukan pilihan. Saya harus melihat realitas lapangan, respon warga dan lain-lain,” kilah Asmar.

Asmar berjanji, pada saatnya nanti, akan menentukan siapa pilihan terbaik untuk Sulsel ke depan. Intinya, kata dia, karena era sudah kompetitif, maka dibutuhkan calon pemimpin yang mempu melakukan terobosan dan inovasi.

“Ini agar tidak tertinggal dari provinsi lain di Indonesia. Sulsel sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia, wajib berbenah. Saya ikut berdosa jika menyarankan calon pemimpin yang tidak memiliki tanggungjawab yang besar terhadap Sulsel,” ujar Asmar.

Karena itu, ujar mantan Deputi III Kemenkum HAM ini, dirinya benar-benar akan “jalan-jalan” di semua kabupaten dan kota dalam sebulan ini. “Ini misi saya dan sudah saya rencanakan sejak awal. Saya harus tahu, orang Sulsel butuh apa, agar bisa mengembangkan diri kedepannya,” kata Asmar yang berprofesi sebagai pengacara di Sulsel selama 16 tahun.

 

(mukhramal azis)



loading...

Feeds