Heboh Saat Launching, Kebun Cabai Danny Pomanto Kini Terbengkalai

Kebun cabai yang ditanami Danny Pomanto kini terbengkalai

Kebun cabai yang ditanami Danny Pomanto kini terbengkalai

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rencana Pemkot Makassar untuk “menyulap” Kota Makassar sebagai sentra produsen cabai nasional nampaknya hanya sebatas niat.

Pasalnya, ribuan bibit cabai yang ditanam massal untuk sekaligus mendukung percepatan program Badan Usaha Lorong (BULo) milik pemerintah Kota Makassar pada awal 2017 lalu, kini tampak tidak terurus dengan baik.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (29/6/2017), kebun cabai yang diperkirakan akan siap panen pada bulan Juli mendatang itu tampak memprihatinkan. Lokasi yang menjadi tempat ribuan bibit cabai yang ditanam langsung oleh Walikota Makassar Danny Pomanto bersama seluruh pejabat dan pegawai instansi pemerintahan di kota Makassar tersebut laiknya lahan yang ditinggal lama oleh pemiliknya.

Kebun cabai yang ditanami Danny Pomanto kini terbengkalai

Kebun cabai yang ditanami Danny Pomanto kini terbengkalai

Tumbuhan merambat dan rumput liar serta beberapa tanaman jagung bahkan tampak mendominasi sejauh pandangan mata di lahan kosong Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar yang kini dimanfaatkan Pemkot Makassar sebagai lahan produktif tersebut.

Namun, tak jauh dari situ, ada klinik BULo yang tampak sedikit lebih terawat. Meski luasnya tak sampai separuh lahan yang terbengkalai tadi, ratusan pohon cabai disekitar klinik tampak tumbuh subur.

Kebun cabai yang ditanami Danny Pomanto kini terbengkalai

Kebun cabai yang ditanami Danny Pomanto kini terbengkalai

Pemerintah Kota (pemkot) Makassar sendiri mencanangkan program BULo sebagai solusi jangka panjang bagi warga kota Makassar.

“Kita ingin bagaimana masyarakat berpendapatan di lorong. Program ini kita lakukan secara terpadu. Semua untuk rakyat. Bagaimana program menyentuh masyarakat, melibatkan partisipasi masyarakat, memberi manfaat, dan sebagai solusi menghadapi kesulitan dan tantangan masa depan. semua untuk rakyat,” ujar Danny saat launching penanaman massal bibit cabai tersebut, Januari lalu.

Begitupun dengan Ketua Timpro Pokja Bulo Sakka Pati yang menyampaikan bahwa program tersebut untuk mendorong percepatan perekonomian warga lorong dengan budi daya tanaman cabai.

“Setiap kelompok tani di lorong menanam 1.500 bibit cabai,” singkatnya.

Untuk itu, lanjutnya, mayoritas warga yang tidak terbiasa bertani ini akan diberikan workshop mekanisme budi daya cabai, mulai dari proses pembenihan, penyemaian, pemeliharaan dan pendampingannya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds