Serunya Wisata Arum Jeram di Uelanti Luwu Timur

Wisata Arum Jeram di Uelanti Luwu Timur. IST

Wisata Arum Jeram di Uelanti Luwu Timur. IST

SEJAK awal dibukanya pada tahun 2013 lalu, Wisata Arum Jeram Uelanti yang terletak di Desa Kasintuwu, Kecematan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, mendapat sambutan hangat dari kalanan masyarakat luas, kehadirannya menambah daftar wisata di kabupaten yang tengah di nahkodai oleh Husler-Irwan itu.

Meski terhitung baru jika di bandingkan dengan tempat wisata lainnya seperti Pantai Lemo yang berada di Kecamatan Burau,
Air Terjun Mata Buntu di Kecamatan Wasuponda atau Danau Matano yang menjadi icon Luwu timur yang mendunia namun Uelanti mempunyai peminat yang cukup banyak, terbukti ketika tiba hari-hari besar ataupun liburan, Tempat tersebut di Ramaikan oleh masyarakat dari berbagai kecamatan di Luwu Timur.

“Kalau setelah lebaran atau hari libur lainnya tempat ini ramai sekali, sampai-sampai parkiran kendaraan penuh, yang datang juga ada dari soroako, Wondula, dan Malili,” jelas Amir salah seorang pengelola wisata yang diwawancarai, Selasa (27/6/2017).

Meski masih memakai sarana yang terbilang sederhana yaitu Ban dalam Mobil bekas, namun pengunjung yang datang merasa terpuaskan dengan Wisata yang berada tepat di tengah-tengah Lahan Kelapa Sawit milik warga sekitar itu, juga tarif dan penyewaannya cukup murah.

“Kalau masuk bayar parkir 5000 untuk motor, kalau mobil 10.000,
sewa bannya macam,-macam, yang besar 10.000 dan yang kecil 5.000” lanjut amir.

“Pengunjung yang datang hampir dari seluruh kalangan, seperti Karyawan, Mahasiswa, Siswa, Pegawai” tambahnya.

Wisata yang telah beroperasi selama empat tahun tersebut selain menawarkan sungai dengan aliran yang deras dan batu cadas,
pengunjung juga dapat menikmati balai-balai jika ingin beristirahat sejenak saat lelah bermain arum jeram

“Kalau sewa tempatnya yaitu 50.000 sampai puas” bebernya.

Sebelum dijadikan tempat wisata seperti saat ini, konon sungai tersebut dahulunya dipakai sebagai tempat penyucian diri oleh Raja-raja suku Pamona dan pagelaran pesta kebudayaan.

Sementara itu pengunjung yang datang selain untuk rekreasi dengan sanak keluaraga, juga menggunakan wisata tersebut
sebagai tempat reuni dengan kerabat dahulu.

“Selain liburan, saya ke sini juga untuk reuni dengan teman-teman SMA, karena tempat ini terbilang cukup dekat dengan tempat tinggal teman-teman yang lainnya” jelas Muammar salah seorang pengunjung.

Dari informasi yaang berhasil dirangkum, tempat tersebut Mulai ramai mulai pukul 09:00 hingga 17:00 Wita

CITIZEN REPORT:
Nurul Fadhilah Syahid
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Luwu Timur



loading...

Feeds