VIRAL! Pendaftar Sekolah MAN 1 dengan Uang Koin Hasil Tabungan Rp1 Juta

Eka Duta Prasetya saat mendaftar sekolah di MAN 1 Kota Magelang dengan uang koin senilai Rp1 juta, beberapa waktu lalu.

Eka Duta Prasetya saat mendaftar sekolah di MAN 1 Kota Magelang dengan uang koin senilai Rp1 juta, beberapa waktu lalu.

POJOKSULSEL.com, MAGELANG – Nama Eka Duta Prasetya mendadak viral di dunia maya. Tak mau merepotkan kedua orang tuanya, Eka mendaftar sekolah di MAN 1 Kota Magelang dengan uang koin senilai Rp1 juta. Itu adalah hasil tabungannya selama empat tahun.

Foto Eka saat mendaftar sekolah di MAN 1 Kota Magelang cepat tersebar di media sosial. Tampak dia berhadapan dengan salah seorang petugas penerima siswa baru MAN 1 Kota Magelang. Di atas meja tertumpuk ribuan koin yang digunakannya untuk membayar biaya pendidikan.

Tak pelak, sang petugas pun dibuat sibuk menghitung uang logam tersebut dari satu per satu.

Ketika itu Eka yang mengenakan seragam madrasah tsanawiyah (MTs) terpekur menyaksikan petugas di depannya sibuk menghitung koin.

Uang tersebut merupakan hasil jerih payah Eka mengumpulkan sisa uang saku selama empat tahun. Total terkumpul Rp 7 juta, semuanya koin logam.

“Nabung sejak SD. Tiap hari nabung Rp5 ribu sampai Rp 10 ribu,” ungkap Eka kepada Radar Jogja (Jawa Pos Group) yang menemuinya di rumah kontrakan orang tuanya di Griya Purna Bhakti Indah, Ngadirojo, Secang, Kabupaten Magelang beberapa hari lalu.

Di rumah sederhana itu Eka tinggal bersama ayahnya, Agung Prasojo (42), dan neneknya, Sutiyah (54).

Saat duduk di bangku MTs, ia mendapat uang saku sekitar Rp 15 ribu per hari. Sebagian disisihkannya, disimpan di dalam toples bekas makanan kecil.

Eka sengaja menabung untuk modal mendaftar sekolah di jenjang yang lebih tinggi. Dia pun membobol celengan-nya, saat akan berangkat ke MAN 1 Kota Magelang. Ribuan koin dibawanya menggunakan kantong plastik.

“Awalnya saya nabung untuk membeli laptop atau komputer. Rencananya buat belajar. Sekarang untuk membayar biaya pembelian seragam sekolah,” kata Eka.

Ya, Eka berhasil menyingkirkan egonya demi melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah menengah atas.

Dia harus rela menunda pembelian komputer lantaran penghasilan ayahnya, Agung Prasojo (42), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di salah satu rumah sakit di Kota Magelang tidak cukup untuk melunasi biaya sekolah di MAN 1. Hasil dari parkir, sehari hanya dapat sekitar Rp40 ribu. Hanya cukup untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Ayahnya pula yang meminta Eka melanjutkan sekolah yang jaraknya dekat dengan rumah. Supaya jika ayahnya tak bisa memberi uang saku Eka tetap bisa berangkat ke sekolah dengan sepeda. Meskipun jarak antara sekolah dan tempat tinggalnya cukup jauh. Sekitar 20 kilometer.



loading...

Feeds