Bersimpuh dan Cium Ibu, Tradisi Lebaran Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat Salat Ied di Lapangan Karebosi bersama Sekda Provinsi Sulsel Abdul Latif, Walikota Makassar Danny Pomanto, dan Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI atau Deng Ical.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat Salat Ied di Lapangan Karebosi bersama Sekda Provinsi Sulsel Abdul Latif, Walikota Makassar Danny Pomanto, dan Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI atau Deng Ical.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sama seperti umat Islam lainnya, ketika tiba hari kemenangan Idul Fitri, sosok yang pertama yang harus dimintai untuk memaafkan segala dosa adalah orang tua tercinta, terutama ibu. Hal itu juga dilakukan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Usai Salat Ied, Syahrul Yasin Limpo bertandang ke rumah Ibundanya, Hj Nurhayati Yasin Limpo, di Jalan Haji Bau, Makassar. Syahrul Yasin Limpo dan ibundanya berbeda lokasi Salat Idul Fitri.

Syahrul Yasin Limpo yang lebih dulu tiba menunggu di depan pagar rumah orang tuanya tersebut.

Setelah tiba, Ia kemudian rukuk kemudian bersimpuh mencium tangan lalu kening orang yang paling berjasa dalam hidupnya tersebut.

Nurhayati yang mengenakan kudung berwarna kuning dan putih tersebut bersama Syahrul Yasin Limpo kemudian masuk ke dalam rumah yang lokasinya tidak jauh dari rumah pribadi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla itu.

(rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds