KPPU Apresiasi Kinerja Pemerintah Kendalikan Harga Pangan

Ilustrasi sembako. DOK POJOKSULSEL

Ilustrasi sembako. DOK POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengapresiasi kinerja pemerintah dalam mengendalikan harga pangan, khususnya menjelang lebaran Idul Fitri 1438 H.

KPPU menilai, pemerintah berhasil mengubah pola yang terbentuk beberapa tahun terakhir, yakni harga-harga melonjak setiap bulan Ramadan.

“Seperti di Makassar mengalamai deflasi (penurunan harga), khususnya pangan strategis dan non pangan strategis,” kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf di Makassar, Kamis (22/6/2017).

Menurut Syarkawi, kejadian ini cukup unik karena karena terjadi di bulan Ramadan, yang biasanya permintaan konsumen tinggi. “Padahal, biasanya tiap tahun mengalami kenaikan,” katanya.

Syarkawi menjelaskan, KPPU secara rutin memantau perkembangan harga komoditas pangan strategis. Hasilnya, belum ditemukan gejolak atau kenaikan harga yang signifikan.

“Ini menurut saya adalah prestasi pemerintah. Disuport oleh satgas pangan dan kontrol dari KPPU. Padahal pola kenaikan harga terbentuk sepuluh tahun terakhir, kini malah turun,” kata Syarkawi.

Menurut Syarkawi, salah satu komoditas yang menarik adalah daging sapi. Pada tahun 2015, harga daging dengan kualitas terbaik di pasar dijual rata-rata Rp140 Ribu per kilogram.

Sedangkan menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini, harga untuk kualitas yang sama seharga Rp120 Ribu per kilogram.

Komoditas lain yang terpantau stabil adalah gula pasir putih. Harganya di pasaran berkisar antara Rp12.500 hingga Rp13 Ribu per kilogram.

“Ada satu atau dua komoditas yang naik. Tapi kalau dibandingkan dengan sebelumnya, secara umum harga-harga sekarang masih lebih baik,” ungkap Syarkawi.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam pengendalian harga pangan tidak terlepas dari ketatnya kebijakan pengawasan distribusi komoditas pangan. Satgas Pangan yang terdiri dari lintas lembaga memegang peranan penting.

“Faktor lain adalah keberhasilan dalam penyediaan stok,” katanya.

Contoh yang dikemukakan, yakni komoditas daging sapi dengan tingkat kebutuhan 64 ribu kilogram pada periode April hingga Juni 2017. Pada saat yang sama, berdasarkan data Kementerian Pertanian terdapat stok 82 ribu kilogram.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds