Sabtu Lusa, Jamaah An Nadzir Lebaran

Sejumlah bocah An Nadzir saat melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Danau Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (22/9/2015) pagi. POJOKSULSEL/ISLAMUDDIN DINI

Sejumlah bocah An Nadzir saat melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Danau Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (22/9/2015) pagi. POJOKSULSEL/ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Jamaah An-Nadzir akan melaksanakan salat Idul Fitri di Padepokan kawasan Mawang, Kabupaten Gowa, Sabtu (24/6/2017).

Jamaah An Nadzir meyakini, 1 syawal diperkirakan lebih cepat sehari dari hari yang akan ditentukan pemerintah, takni Minggu (25/6/2017).

 

Tak hanya lebaran yang berbeda, mereka juga puasa lebih cepat yakni pada tanggal 25 Mei 2017.

Ulama jemaah An-Nadzir, Lukman A Bakti menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan dan tanda-tanda alam, terlihat bulan terbit pukul 04.08 Wita.

Sehingga fajar sidik atau pergantian malam ke siang pada pukul 05.20 Wita. “Kita sudah pastikan lebaran hari Sabtu, keputusannya sebentar malam,” kata Lukman.

Dia menjelaskan bahwa estimasi pada jumat 23 Juni, matahari berada 18 derajat. “Jadi diperkirakan pukul 09.00 Wita atau 10.00 Wita kita berbuka puasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lukman menjelaskan, metode yang digunakan untuk menentukan pergantian bulan dari Ramadhan ke Syawal dilakukan peneropongan bulan dan melihat tanda-tanda alam seperti pasang air laut.

Selain itu, penentuan bulan Syawal juga dilakukan dengan menggunakan metode hisab dan rukyat.

Sehingga dipastikan sekitar seribu jemaah An-Nadzir yang bermukim di Kampung Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, akan menjalani salat Idul Fitri lebih cepat.

“Meskipun kami lebih dulu melaksanakan salat id dibandingkan pemerintah, itu tak menjadi masalah, karena masing-masing memiliki keyakinan,” tegas Lukman.

Tak hanya penentuan bulan yang masih  menggunakan tanda-tanda alam, waktu salat jemaah An-Nadzir juga ditentukan menggunakan alat pengukur bayangan matahari.

Misalnya shalat Zuhur ditetapkan pukul 16.00 Wita, ashar pada pukul 16.30 Wita, serta Magrib ketika senja dan langgit gelap lalu waktu isya dilakukan menjelang subuh yakni pukul 05.00 Wita.

Hingga kini pemerintah belum menyepakati penetapan 1 Syawal 1438 Hijiriah. Sebab Kementerian Agama masih akan melakukan pemantauan hilal dan sidang isbat, Sabtu (24/6/2017) untuk penentuan hari lebaran 2017.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds