Kejari Pangkep Tolak Penangguhan Penahanan Bahar Latif

Sulfitri, putri dari Bahar Latif, tahanan Kejari Pangkep atas kasus pengrusakan gembok lahan miliknya sendiri, memperlihat putusan perkara perdata yang dimenangkan keluarganya atas kepemilikan lahan bapaknya, Kamis (22/6/2017). | POJOKSULSEL - TAJUDDIN MUSTAMING

Sulfitri, putri dari Bahar Latif, tahanan Kejari Pangkep atas kasus pengrusakan gembok lahan miliknya sendiri, memperlihat putusan perkara perdata yang dimenangkan keluarganya atas kepemilikan lahan bapaknya, Kamis (22/6/2017). | POJOKSULSEL - TAJUDDIN MUSTAMING

POJOKSULSEL.com, PANGKEP – Kuasa Hukum Bahar Lafif, M Ridwan, tahanan Rutan Klas II B Mattampa Pangkep dalam kasus pengrusakan gembok lahan miliknya sendiri, kembali meminta penangguhan penanganan terhadap kliennya, Kamis (22/6/2017).

Ditemui di Pengadilan Negeri Pangkep M Ridwan mengajukan alasan penangguhan penahanan terhadap kliennya dari dakwaan pasal 170 perusakan di depan umum karena alasan kemanusian.

“Kita ajukan permohonan penangguhan penahanan karena klien saya masih memiliki anak atau bayi masih kecil yang masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tuanya,” timpal Ridwan.

Bahar Latif merupakan tahanan titipan dari kejati sulsel yang dititip Kejari Pangkep dalam kasus perusakan di depan umum bersama 4 orang lainnya, Hj Nurlaela, Susanti, dan Muh Aksa.

M Ridwan merasa kecewa karena permohonan penangguhan penanahan kliennya di tolak Kejari Pangkep dengan alasan penangguhan ini harus di ajukan ke Kejati Sulsel, sementara Kejati Kulsel mengatakan itu sudah wewenang Kejari Pangkep.

Sementara itu, Sulfitri Bahar merasa heran dengan penahanan yang langsung di lakukan oleh kejari Pangkep, serta pelimpahan kasus ini ke pengadilan.

Dia menambahkan, sejak seminggu lalu kasus yang ditangani Polda Sulsel ini langsung di limpahkan ke Kejati Sulsel berkat berkas P21 dari penyidik Polda Sulsel, kemudian di alihkan ke kejari dan langsung di limpahkan ke Pengadilan Negeri Pangkep oleh Kejari Pangkep.

Menurut Kajari Pangkep Firmansyah Subahan, melakukan proses pelimpahan sesuai berkas P21 yang mereka terima dari penyidik.

Sebelumnya, Bahar dilaporkan Rosliman atas dugaan pelaporan pengrusakan bersama sama di depan umum pasal 170 KUHP. Bahar bersama 3 keluarganya membongkar gembok lahan miliknya yang di pagar dan di gembok oleh penggugat Rosliman.

Meski pihak keluarga sudah melaporkan kasus ini kepihak kepolisian dan pemerintah setempat, namun tidak mendapat respons sehingga keluarga Bahar mengambil inisiatif sendiri membongkar gembok.

Pembongkaran dilakukan atas kemenangan gugatan perkara perdata sebelumnya yang di menangkan oleh pihak keluaraga Bahar, sehingga Rosliman kembali melakukan gugatan terhadap keluarga Bahar dengan memasang seng di lokasi tanah yang digugat.

Merasaa tak mendapat respons dari kepolisian dan pemerintah setempat, Bahar bersama keluarga membongkar gembok lahan miliknya yang berujung pidana penahanan dirinya.

(tajuddin mustaming/pojoksulsel)



loading...

Feeds